oleh

Gerak Jalan Sarungan, Meriahkan Hari Santri Nasional

Nganjuk- Ratusan santri di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, mengikuti gerak jalan untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN), dengan start depan Balai Desa Gondang Legi dan Finish di depan kantor MWC NU Kecamatan Prambon.

“Alhamdulilah, cukup meriah, jarak yang kami tempuh tadi sekitar 3 kilo meter,” ujar M Amir Hamzah Sholawat, Santri asal Desa Tanjungtani salah satu peserta gerak jalan Sarungan dikonfirmasi akurasinews.com, Sabtu (21/10/2017) sore ini.

Jumlah peserta, kata Amir sapaan akrab pengusaha yang pernah mengenyam bangku pendidikan di MTsN Tanjungtani tersebut, ada 119 peleton,“Untuk peserta hampir seluruh Banom NU, mulai PAC Ansor, PAC IPNU-IPPNU, Banser, Fatayat dan dari dunia pendidikan juga berpartisipasi,” paparnya.

Untuk kostum, kata Amir lagi, peserta pria diwajibkan memakai sarung, sedangkan untuk perempuan diwajibkan mengenakan busana muslimah, “Itu sudah aturan dan wajib, jadi semua peleton laki-laki memakai sarung masalah kombinasi warna terserah group atau peleton,” terangnya.

Terpisah, Atik Nur Hayati salah satu peserta gerak jalan asal Desa Gondang legi mengungkapkan, selain untuk memperingati hari santri, gerak jalan tersebut juga sebagai ajang silaturahim antar Banom MWC NU Kecamatan Prambon, “Lumayan, capek tapi senang, teman-teman juga semangat, ingat waktu masih sekolah dulu,” katanya dengan senyum manis.

Anggota fatayat NU ini mengatakan, gerak jalan ini merupakan agenda tahunan MWC NU Kecamatan Prambon sejak hari santri ditetapkan,“Dengan gerak jalan, selain HSN menjadi meriah tubuh menjadi sehat. Alhamdulillah semoga kita semua diberi limpahan rahmat Alloh SWT,” tutup wanita cantik tersebut.

Terpisah Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Hasyim Afandi menjelaskan bahwa gerak jalan itu digelar untuk menyambut Hari Santri Nasional. Menurutnya, para santri bangga dengan momentum yang ditetapkan Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 itu, sehingga hari istimewa itu perlu disyukuri.

Gerak jalan sarungan itu merupakan bagian bentuk santri di wilayah Kecamatan Prambon untuk mensukuri hari istimewa tersebut.“Penetapan Hari Santri Nasional itu merupakan tanda bahwa santri sejak dulu berkiprah dalam membangun bangsa, bahkan ikut andil dalam memerjuangkan kemerdekaan negeri ini,” jelas KH Hasyim Afandi.

Dia berharap santri tidak melupakan identitas sebagai pejuang. Karena dengan demikian, para santri akan terus giat dalam menimba ilmu, “Menimba ilmu itukan tidak hanya di pendidikan formal maupun pondok saja, banyak cara kita menimba ilmu, semoga kedepan para santri lebih memiliki wawasan kebangsaan, tidak hanya belajar memperdaalam ilmu agama, namun juga disiplin ilmu yang lain, sehingga bangsa dan Negara ini lebih maju,” pungkas KH Hasyim Afandi

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed