oleh

Bupati di OTT, Pemkab Belum Terima Keterangan Resmi KPK

Nganjuk- Kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) , Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman hingga saat ini belum diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Untuk itu, Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing,“Jadi tadi pagi, apel pukul tujuh dipimpin Pak Wabup, beliau meminta karena proses pemeriksaan KPK ini masih berlangsung, semua ASN tetap menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing, jangan sampai pelayanan terhadap masyarakat terganggu,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Nganjuk Drs Agus Irianto MM, Kamis (26/10/2017) siang ini. kepada akurasinews.com

Terkait dengan kabar OTT, kata Agus Irianto, Pemerintah Kabupaten Nganjuk belum menerima keterangan secara resmi dari KPK, “Sampai dengan saat ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk belum menerima keterangan secara resmi dari KPK,” jelasnya.

Namun begitu, Agus Irianto menjelaskan jika sejak Selasa (24/10/2017) Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman memang sedang berada di Jakarta,“Jadi beliau, (Bupati,Red) bersama dengan Bupati dan Gubernur seluruh Indonesia mendapat arahan dari Presiden,” paparnya.

Mengenai keberadaan Bupati Nganjuk bersama dengan istrinya Ita Tri Wibawati yang dikabarkan juga ikut terjaring OTT KPK, Agus Irianto lagi-lagi menyebut belum  mendapat keterangan resmi dari KPK,  “Yang jelas begini, sejak Selasa Pak Bupati di Jakarta, dan hingga saat ini pemerintah Kabupaten Nganjuk belum menerima keterangan secara resmi dari KPK,” terangnya.

Masalah penyegelan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak kemarin sore, Agus Irianto membenarkannya, “Yang saya tahu kemarin itu, Rabu dua puluh lima Oktober ada sejumlah ruang OPD yang disegel KPK, diantaranya ruang kepala Dinas Kantor Lingkungan Hidup (LH), Ruang Kepala  Dinas Pendidikan dan dua ruang Kabag, yakni Ketenagaan dan Dikdas,” urainya.

Untuk penyegelan, OPD Lingkungan Hidup, ada dua petugas KPK yang datang langsung membawa Kepala Kantor Dinas Hariyanto ke Mapolres Nganjuk untuk dimintai keterangan,“Jadi ada dua petugas KPK datang, kemudian minta ditunjukkan ruang kepala dinas, kebetulan kemarin Kepala Dinas LH Pak Hariyanto memang ada ditempat, setelah ketiganya berbincang sekitar lima hingga sepuluh menit, keluar menuju ke Mapolres Nganjuk untuk pemeriksaan,” jabarnya.

Setelah itu, imbuh Agus Irianto, sekitar pukul 17.00 WIB ruang Kepala Kantor LH disegel oleh KPK, “Jadi setelah ketiganya (dua petugas KPK dan Hariyanto,Red) keluar kantor menuju ke Mapolres Nganjuk, sekitar pukul 17.00 WIB, saya mendapat kabar jika ruang Pak Hariyanto juga disegel oleh KPK,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, Pihak Pemerintah Kabupaten Nganjuk masih menunggu keterangan resmi dari KPK terkait dengan kabar OTT Bupati bersama istri serta sejumlah pejabat maupun stafnya di Jakarta, “ Kita masih menunggu keterangan resmi KPK,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed