oleh

Pasca ‘Tsunami’ OTT Bupati Nganjuk, Rekom Golkar Bisa Berubah

Jombang- Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman ibarat ‘Tsunami’ yang menerjang Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya itu, Ita Tri Wibawati istrinya, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Jombang dan telah memutuskan maju sebagai salah satu kandidat bakal calon bupati (bacabup) Nganjuk dan beberapa minggu lalu mengantongi rekomendasi Partai Golkar rekomendasinya terancam dibatalkan.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur. Orang nomor satu di Kabupaten Jombang tersebut mengatakan jika rekomendasi itu bersifat penetapan dan itu bisa dievaluasi atau berubah dengan berbagai pertimbangan.

“Rekomendasi Penetapan itu bisa berubah. Akan kita evaluasi elektabilitas atau mungkin pertimbangan persoalan hukum dan yang lain,” tutur Nyono Suharli Wihandoko yang pada Pilkada mendatang juga bakal kembali macung sebagai cabup Jombang. Kamis (26/10/2017) dikonfirmasi pewarta media ini.

Menurut Bupati Nyono, bakal calon baru bisa dikatakan positif mendapat rekom, setelah semua terlewati dan juga sudah menerima rekomendasi pengesahan, berupa pasangan calon. “Diperkirakan waktunya Insya Allah pada bulan Desember mendatang,” tambahnya.

Sedangkan mengenai keberadaan Ita Tri Wibawati, yang hingga siang tadi belum terlihat di Pendopo  Pemerintahan Kabupaten Jombang, Bupati Nyono Suharli mengatakan jika Sekda memang izin tidak masuk sampai hari Rabu (25/10/2017) kemarin.

“Kalau soal kabar OTT KPK, saya belum dapat kabar ya. Beliau (Ita Triwibawati,red) hanya ijin tidak masuk satu hari untuk hari Rabu (25/10/2017) kemarin, kepentingnya urusan rekom partai, nah kalau hari ini, seharusnya sudah dinas,” tandasnya.

Pantauan akurasinews.com di kantor Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Jombang, sejak kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, kantor Sekda terlihat sepi, karena Ita Triwibawati tidak berada di kantor. “Betul hari ini tidak masuk kerja,” ujar salah satu Staf Sekda ditemui tim akurasinews.com.

Menurut staf yang enggan namanya disebut tersebut, Sekda Ita bersama bersama para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, bertolak ke Jakarta, sejak Selasa (24/10/2017) dalam rangka menghadiri acara membahas Pilkada.

“Ibu (Ita Triwibawati,Red) berangkat bersama dengan Bapak Kabag Hukum Agus Purnomo beserta Asisten tiga Sekdakab Ali Mudin, dan pada hari Rabu Tanggal 23 Oktober 2017 sekitar pukul 12.30 sampai 13.00 WIB saya juga sempat berkomunikasi untuk meminta siapa saja yang ditugaskan untuk acara penyambutan kunjungan pejabat TNI hari ini. Namun setelah dikonfirmasi ulang kemarin pukul 19.00 WIB, handponenya tidak aktif hingga sekarang,” jelas staf tersebut.

Dan sampai hari ini (Kamis, 26/10/2017) semua staf Sekda Daerah Kabupaten Jombang, mengaku tidak tahu pasti keberadaan Sekda Ita Triwibawati “Seharusnya hari ini Bu Sekda (Ita Triwibawati,Red) sudah bertugas. Para pejabat yang ikut ke Jakarta juga sudah datang Rabu malam kemarin dan pagi ini sudah dinas semua,” jelasnya.

Belum diketahui secara pasti, apakah Ita Triwibawati masih berada di Jakarta untuk dimintai keterangan KPK ataukah hanya menemani suaminya yang dikabarkan tertangkap tangan oleh lembaga anti rasuah itu.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed