oleh

Lolos dari Jerat KPK, PDIP Tutup Rekom Untuk Bunda Ita

Nganjuk- Meski dikabarkan turut diamankan ketika berlangsung Operasi Tangkap Tangkap (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ita Triwibawati istri Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman lolos dari jerat hukum lembaga anti rasuah tersebut.

Terbukti, hingga saat ini KPK hanya menetapkan 5 orang dari 20 yang diamankan dan dimintai keterangan. Namun begitu, akibat tsunami OTT tersebut, peluangnya mendapat rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju sebagai calon Bupati Nganjuk pada Pilkada 2018 secara resmi telah ditutup oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Hasto selaku Sekjen DPP PDIP, peluang Bu Ita untuk memperoleh rekomendasi telah ditutup,” ujar ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Nganjuk Tatit Heru Tjahjono kepada akurasinews.com. Jumat (27/10/2017) sore ini.

Selain itu, lanjut Tatit Heru, Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman yang sebelumnya memang sudah dikeluarkan dari kepengurusan pasca ditetapkan KPK sebagai tersangka Desember 2016 lalu, namun masih sebagai kader karena masih tercatat sebagai anggota PDIP, untuk saat ini secara resmi dicoret dari keanggotaan PDIP.

“Kalau sekarang sudah bukan kader PDIP lagi, terkait rekom untuk istrinya (Ita Triwibawati,Red) yang telah mengikuti proses penjaringan PDIP otomatis tertutup, ini sesuai arahan Sekjen DPP,” paparnya.

Seperti diketahui, Bunda Ita, sapaan akrab Ita Triwibawati telah mengikuti serangkaian proses penjaringan yang dibuka sejumlah partai, salah satunya adalah PDIP, partai dengan 11 kursi di DPRD Nganjuk. ‘Tsunami’ OTT seolah  ‘mematikan’ langkahnya untuk meneruskan kekuasaan sang suami.

Tak hanya PDIP, seperti diberitakan akurasinews.com. Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman ibarat ‘Tsunami’ yang menerjang Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya itu, Ita Tri Wibawati istrinya, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Jombang dan telah memutuskan maju sebagai salah satu kandidat bakal calon bupati (bacabup) Nganjuk dan beberapa minggu lalu mengantongi rekom Partai Golkar, rekomendasinya terancam dibatalkan.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur. Orang nomor satu di Kabupaten Jombang tersebut mengatakan jika rekomendasi itu bersifat penetapan dan itu bisa dievaluasi atau berubah dengan berbagai pertimbangan.

“Rekomendasi Penetapan itu bisa berubah. Akan kita evaluasi elektabilitas atau mungkin pertimbangan persoalan hukum dan yang lain,” tutur Nyono Suharli Wihandoko yang pada Pilkada mendatang juga bakal kembali macung sebagai cabup Jombang. Kamis (26/10/2017) dikonfirmasi pewarta media ini.

Menurut Bupati Nyono, bakal calon baru bisa dikatakan positif mendapat rekom, setelah semua terlewati dan juga sudah menerima rekomendasi pengesahan, berupa pasangan calon. “Diperkirakan waktunya Insya Allah pada bulan Desember mendatang,” tambahnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed