oleh

Bandar Sabu Omzet Miliaran dan Bersenpi Dibekuk

Jombang – Kepala Satuan Reskrim Narkoba Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi Hasran, MH MHum bersama dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto, Ajun Komisaris Besar Polisi Suharsi, SH MSi, kedua kalinya berhasil mengungkap pengedar sekaligus bandar narkoba antar Kabupaten.

“Kerjasama antara Satresnarkoba Polres Jombang dengan BNN Kota Mojokerto, pada hari Selasa kemarin, bertempat di Dusun Kedunggalih, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, telah mengamankan tersangka penyelagunaan narkoba jenis sabu-sabu bernama Bukhori (40) warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ini adalah Bandar narkoba,” ungkap Wakil Kepala Kepolisian Resort Jombang, Komisaris Polisi Edith Yuswo Widodo, SIK, dalam pers rilis kepada awak media Jombang di Mapolres Jombang, Kamis (02/11/2017).

Penangkapan tersangka, kata Kompol Edith, berawal dari informasi masyarakat ke Kantor BNN Kota Mojokerto tentang dugaan adanya penyalagunaan peredaran gelap narkoba dan kepemilikan senjata api. Berdasar informasi itu, Kasatres Narkoba Polres Jombang, AKP Hasran. Kemudian berkerja sama membagi tugas, untuk melakukan penyelidikan di kediaman istri pertama tersangka dan rumah kontrakan istri kedua tersangka.

“Sekitar pukul 08.45 WIB, saat tersangka mendatang di rumah kontrakan istri keduanya, dengan mengunakan mobil toyota avansa warna silver bernopol L 1869 CG, langsung dibekuk petugas dan  pada saat upaya paksa, kita melakukan pengegeledahan kendaraan, di jok depan ditemukan barang bukti berupa lima klip sabu dengan berat 7,25 gram. Kemudian saat dilakukan upaya pengembangan, tersangka berusaha melarikan diri, sehingga kita melakukan tembakan peringatan,” jelasnya.

Kemudian, dari pengeledahan dikediamannya ditemukan lagi barang bukti berupa 5 buah pipet kaca, 3 buah korek api, seperangkat alat hisab, 1 lembar bukti transaksi, serta satu pucuk senjata air soft gun merk jericho dan sebilah parang panjang.

“Akibat penyalahgunaan peredaran gelap narkoba dan kepemilikan senjata api, tersangka melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan denda sekitar delapan ratus juta rupiah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi, SH MSi, memberitahukan bahwa kabupaten jombang sangat luar biasa karena dalam kurun waktu 3 minggu sudah dua kali bekerja sama dengan Satresnarkoba Polres Jombang, dari tangkapan yang pertama 4 tersangka hanya sebatas pengguna dan pengedar, tetapi kali ini sudah bukan pengedar kecil, karena sudah terlibat dijaringan luar kota.

“Tersangka ini bukan main-main, dia juga bukan pengedar kecil atau ecek-ecek akan tetapi tersangka ini bandar jaringan besar,” tuturnya.

AKBP Suharsi juga membeberkan omset bandar tersebut mencapai miliaran rupiah, dengan satu gram, dua juta rupiah, apa lagi per satu ons sekitar dua ratus jutaan.

 

“Jadi untuk transaksi, omsetnya sampai satu ons lebih dan perkilonya kisaran dua miliar rupiah. Tersangka ini selalu beruntung dan lolos saat penangkapan, padahal teman-temannya sudah banyak yang masuk penjara, dan dengan gerak cepat kami bersama Satresnarkoba berhasil mengamankan bandar tersebut,” pungkasnya.

 

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed