oleh

Mainan Miniatur Truk Kayu Tetap Eksis

Jombang – Penggusuran permainan anak-anak tradisional di era moderen seperti game online, aplikasi smartphone, mainan remote control, atau mainan eloktronik lainnya, membuat para pengusaha mainan tradisional kalah bersaing, bahkan banyak yang gulung tikar, akan tetapi Muhammad Bashuni (67) warga Dusun Subentoro, Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, seorang pengrajin  sekaligus penjual mainan miniature truk kayu tetap eksis di tengah gempuran beragam permainan modern.

“Awalnya dulu saya bekerja sebagai tukang kayu dan becak, karena harus menafkahi keluarga, mencoba untuk membuat mainan tradisional miniatur truk yang terbuat dari kayu dan bisa dinaiki oleh anak-anak,” ujarnya saat ditemui akurasinews di di Depan GOR Merdeka Jalan Gus Dur Kelurahan Candi Mulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jumat (03/11/2017) siang.

Ide itu, kata M Bashuni, berawal ketika membuat mainan berbahan kayu ini kepada anaknya, tak disangka tetangganya berminat untuk membeli, sehingga sampai hari ini sudah 6 tahun memproduksi mainan tersebut. Namun dia menuturkan usaha yang digelutinya ini hanya terkendala bahan baku yang lumayan tinggi harganya serta proses pekerjaannya juga rumit dan harus teliti selama berhari-hari.

“Tingginya harga cat, paku dan kayu, untuk membuat miniatur itu harus mengumpulkan biaya yang besar, seperti kayu saja dengan Rp 600 ribu rupiah saat diukur menjadi miniatur mainan truk hanya bisa mencapai 14 truk yang sudah jadi, belum juga pengecatan warna dan pernis, harus teliti seperti aslinya,” ungkapnya.

Bashuni mengatakan, pendapatan dari berjualan miniatur tidak menentu, jika sedang ramai bisa menjual sampai 6 truck dalam sehari, dengan kisaran harga mulai dari seratus lima puluh ribu rupiah truk biasa, hingga dua ratusan ribu rupiah yang berbeda motif polesnya.

“Minimal 3 truk sehari, kadang juga mencapai 6 truk, tidak tentu mas. Pembelinya juga bermacam-macam, dari anak-anak sampai orang dewasa,” imbuhnya.

Saha, salah satu pembeli dari Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang mengaku senang melihat miniatur truk tersebut, karena teringat ketika dulu pada masa kecilnya dibelikan oleh orang tuanya dan bermain truk bersama tetangganya.

“Saya ingin membelikan anak saya supaya bisa ingat bahwa mainan dahulu lebih asyik dari mainan moderen, dan miniatur ini juga bisa dinaiki layaknya mobil truk sungguhan,” kata Saha

Saha mengaku senang dengan mainan miniatur truk tersebut, “Semoga mainan ini bisa diminati kembali seperti dahulu,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed