oleh

Program “Tani Bolo Suryo”, Atasi Masalah Pertanian Mulai Tanam Hingga Panen

Nganjuk- Setelah diresmikan oleh Plt. Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus, “Program Tani Bolo Suryo” mulai bekerja dengan terjun langsung ke masyarakat terutama kalangan petani. Hal itu dibuktikan dengan telah diberikannya pinjaman tanpa anggunan kepada para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk.

HM Suryo Alam Ak, MBA mengatakan program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan petani. Mengingat sejauh ini para petani terus saja mengalami persoalan yang seolah tiada habisnya. Terlebih, generasi untuk saat ini sudah enggan berkecimpung di bidang pertanian, sehingga membuat masa depan dunia tani semakin pelik.

“Dalam program ini, waktu musim tanam, bibit dan pupuk maupun obat pertanian disediakan. Prinsip di sini, biasanya para petani jika beli sendiri di kios harganya mahal. Di program ini kami data satu persatu secara rinci terkait perencanaan, sehingga kami belanja untuk mempersiapkan. Beli dikit sama banyak harga pasti beda, harga beda ini kita berikan ke petani,” ujar HM Suryo Alam, Rabu (08/11/2017) di kantor sekretariat relawan “Bolo Suryo” Jalan Mastrip Kota Nganjuk.

Untuk langkah awal, kata HM Suryo Alam, program ini akan diterapkan terlebih dahulu pada tanaman padi, jagung, cabe, bawang merah. “Selama musim paceklik petani akan diberi dana dua juta rupiah per bulan untuk biaya mengurus tanaman. Selain itu, dana juga bisa digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi petani, sehingga masih tetap ada penghasilan di musim itu,” jelasnya

Program ini, lanjut anggota Komisi X DPRRI tersebut, dirancang secara terus menerus selama 3 tahun, sehingga petani para petani bisa menjadi lebih tenang, “Selain itu program ini juga ada asuransinya, ini bertujuan apabila petani mengalami gagal panen. Sehingga diganti biaya tananmnya,” urainya.

Yang lebih penting, lanjut HM Suryo Alam, permasalahan pokok petani saat ini adalah mengenai harga saat musim panen tiba, “Kita akan berusaha semaksimal mungkin, harga anjlok saat musim panen itu dapat dihindari, jangan sampai kita sudah usahakan membantu saat musim tanam, namun ketika panen harga anjlok,” tandasnya.

Program ini, kata HM Suryo Alam lagi, untuk target awal adalah 3000 hektar, dan untuk awal program sudah terdata sekitar 450 hektar sawah, dimana setiap hektarnya di alokasikan anggaran sebesar Rp 25 juta, “ Ini adalah program kedewanan, jadi non pemerintahan, kita gandeng kalangan Perbankan. Namun untuk aturan tetap mengikuti aturan dari pemerintah,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed