oleh

Ancam Beri Nilai Jelek, Guru Agama SD, Cabuli 6 Siswi

Malang- Ulah MLH seorang guru Agama di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sungguh sangat keterlaluan, betapa tidak sebagai seorang guru agama salah satu Sekolah Dasar Swasta, bukannya mengajarkan perilaku dan akhlak yang baik kepada muridnya, namun malah mencabuli enam siswinya.

Akibat perbuatan bejadnya itu, MLH yang juga menjabat sebagai kepala sekolah tersebut, kini mendekam di tahanan Markas Kepolisian Resort Malang. Dan saat ini petugas Unit Perlindungan Perempuan Anak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Malang terus mendalami kasus dugaan pencabulan tersebut.

“Untuk sementara ada enam korban, keenam korban itu siswi kelas lima dan enam dimana tersangka mengajar sebagai guru agama sekaligus kepala sekolah,” ujar Kepala Kepolisian Resort Malang Ajun Komisari Besar Polisi Yade Setiawan Ujung saat pers release, Rabu (15/11/2017) kepada para awak media.

Terungkapnya dugaan pencabulan itu, lanjut AKBP Yade Setiawan, berawal dari laporan kepala desa bersama sejumlah masyarakat ke Mapolres Malang, Selasa (14/11/2017), “Jadi begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak dan menangkap tersangka,” paparnya.

Dalam pemeriksaan, lanjut AKBP Yade Setiawan, tersangka MLH sempat mengelak dikatakan melakukan tindak pidana pencabulan, kepada petugas dia mengaku hanya menunjukkan rasa sayang layaknya seorang orang tua kepada anaknya, “Jadi tersangka ini berdalih kalau perbuatan mesumnya itu adalah bentuk rasa sayang orang tua kepada anak,” urainya.

Namun, imbuh AKBP Yade Setiawan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan enam korban, yakni IT, TS, KR, CT, KEY dan NF siswi kelas 5 dan 6, setiap kali selesai melakukan tindak cabul tersangka ini selalu mengancam para korban agar tidak mengadu atau bilang kepada siapa-siapa, “Dan bentuk ancamannya itu, para korban ditakuti diberi nilai jelek dan tidak akan dinaikan kelas,” terangnya.

Selain itu, lanjut AKBP Yade Setiawan, perbuatan tersangka tersebut dilakukan sudah sejak tahun 2016 lalu, dan lebih parahnya tempat pencabulan itu berada di lingkungan sekolah, mulai mushola, kamar mandi dan tempat-tempat sepi di lingkungan sekolah.

Pencabulan itu, kata AKBP Yade Setiawan lagi, dialami setiap korban antara 3 sampai 4 kali, sejak tahun 2016 lalu. Atas perbuatanya cabulnya itu, MLH di kenakan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002. Tentang perlindungan anak. “Untuk ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas AKBP Yade Setiawan

Reporter : Soleh

Komentar

News Feed