oleh

Terkait Rekom, Gerindra Wait and See, Golkar Masih Rahasia

Nganjuk- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk, 27 Juni 2018 mendatang semakin hangat diperbincangkan berbagai kalangan. Untuk saat ini masyarakat selalu bertanya berapa sebetulnya pasanangan calon (Paslon) yang bakal berhasil lolos seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk maju menjadi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup).

Jika mengacu pada rekomendasi partai, untuk saat ini baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah mengeluarkan rekomendasi sebagai syarat mendaftar ke KPU.

Dan rekom untuk PDIP, partai dengan sebelas kursi di DPRD Nganjuk diterima oleh pasangan calon Novi Rahman Hidayat dan Marhen Jumadi, sedangkan rekom dari PKB partai dengan enam kursi di DPRD Nganjuk juga diterima oleh Novi Rahman Hidayat.

Pertanyaanya, bagaimana dengan partai-partai lain, yang hingga saat ini masih belum juga mengeluarkan surat rekomendasi. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) misalnya, partai setrategis kedua setelah PDIP dengan tujuh kursi di parlemen Kabupaten Nganjuk tersebut seolah saat ini masih wait dan see dengan kondisi politik Anjuk Ladang.

Padahal, dengan tambahan dua kursi parlemen, partai besutan Prabowo Subianto tersebut sudah mampu mengusung calon sendiri. Namun nyatanya hingga saat ini, partai berlambang kepala garuda tersebut malah sibuk mempersiapkan rencana Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) yang rencana digelar pada Jumat 1 Desember 2017 mendatang.

“Untuk rekomendasi, semua kandidat memiliki peluang, kami di DPC masih menunggu keputusan DPP, karena rekom itu yang memutuskan DPP, kami hanya menjalankan arahan saja. Untuk saat ini, pengurus DPC Gerindra Nganjuk masih sibuk mempersiapkan rencana Rakercabsus Satu Desember nanti,” ujar Ketua DPC Gerindra Sukarno dihubungi akurasinews.com via seluler. Selasa (28/11/2017) pagi ini.

Rekom, Golkar Masih Rahasia

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Sekretaris DPD Golkar Nganjuk Firman Adi Suryo Bhawono SH,MH. Hingga saat ini Golkar belum mengeluarkan rekomendasi untuk kandidat cabup maupun cawabup. “Untuk rekom pilkada Nganjuk masih rahasia, dan hingga saat ini belum turun,” kata pengacara asal Jalan Rambutan Kertosono tersebut saat berbincang dengan akurasinews.com.

Keterangan Firman Adi memperkuat statemen Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko, seperti diberitakan akurasinews.com, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman ibarat ‘Tsunami’ yang menerjang Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya itu, Ita Tri Wibawati istrinya, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Jombang dan telah memutuskan maju sebagai salah satu kandidat bakal calon bupati (bacabup) Nganjuk dan sudah mengantongi rekomen Partai Golkar, rekomendasinya terancam dibatalkan.

“Rekomendasi Penetapan itu bisa berubah. Akan kita evaluasi elektabilitas atau mungkin pertimbangan persoalan hukum dan yang lain,” tutur Nyono Suharli Wihandoko dikonfirmasi pewarta media ini.

Menurut Bupati Nyono, bakal calon itu, baru bisa dikatakan positif mendapat rekom, setelah semua terlewati dan juga sudah menerima rekomendasi pengesahan, berupa pasangan calon. “Diperkirakan waktunya Insya Allah pada bulan Desember mendatang,” tambahnya.

Paslon Independent Dapat User Name dan Pasword

Jika, partai-partai dengan jumlah kursi potensial hingga saat ini tak kunjung mengeluarkan rekomendasi, bukan tidak mungkin pasangan Novi – Marhen akan tampil sendirian tanpa lawan (bumbung kosong), ataukah bakal muncul paslon dari kalangan independent atau jalur perseorangan yang hingga saat ini KPU baru memberikan user name dan password untuk satu paslon jalur independent.  (https://www.akurasinews.com/2017/11/17/dua-paslon-jalur-independent-daftar-ke-kpu-nganjuk/).

Rekom Hanura Untuk HM Suryo Alam..?

Memang sebelumnya, ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nganjuk Raditya Haria Yuangga sudah mengeluarkan statement jika rekomendasi partai kepada HM Suryo Alam, namun nyatanya hingga saat ini juga belum ada kepastian. (https://www.akurasinews.com/2017/11/03/rekom-hanura-untuk-hm-suryo-alam-berpasangan-dengan-ulama/)

“Saya mengatakan 99 persen kepada suryo alam, tetapikan masih ada satu persen, namanya politik satu persen bisa terjadi semuanya. Nanti kalau rekom kami untuk Suryo Alam kami akan taat, kalau ternyata calon lain juga akan taat, intinya yang penting bukan dinasti (Ita Triwibawati Taufiqurrahman,red) karena sekarangkan dinasti sudah tidak ada,” kata Mas Angga sapaan akrab ketua DPC Hanura belum lama ini kepada akurasinews.com.

Reporter : Agus Bima

 

Komentar

News Feed