oleh

Terpengaruh Internet, Tiga ABG Cabuli Siswi TK

Jombang – Diduga karena pengaruh internet, tiga Anak Baru Gede (ABG) berinisial SC (16), SS (16) dan BD (14) asal Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang ditahan petugas Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang. Ketiga bocah yang masih berstatus pelajar itu diduga kuat melakukan tindak pidana pencabulan terhadap ADV (5), siswi Taman Kanak-kanak (TK) yang masih tetangganya.

“Kejadiannya pada hari Minggu, 15 Oktober 2017 lalu, saat itu korban dimandikan ibunya, mengeluh bagian vitalnya sakit saat buang air kecil, saat ditanya korban mengaku jika telah dicabuli ketiga tersangka ini,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepolisian Resort Jombang, Ajun Komisaris Polisi Gatot Setyo Budi, SH saat Pers Rilis di Mapolres Jombang, Senin (04/12/2017).

Awalnya, kata AKP  Gatot Setyo Budi, bermula ketika korban bermain di halaman rumahnya, korban yang masih polos diberi jajan oleh tersangka SC, “ Setelah diiming-imingi jajan itu, korban diajak masuk keruang tamu, nah didalam ruang tamu rumah pelaku itu sudah ada dua pelaku lain, yakni SS dan BD, ketiganya kemudian melakukan tindak pidana pencabulan kepada korban sambil mengancam agar tidak berteriak,” paparnya.

Tindakan cabul itu, imbuh AKP Gatot dilakukan ketiga pelaku di ruang tamu di sebuah tempat duduk berwarna biru,“Selain mengancam agar tidak berteriak, ketiga tersangka juga mengancam korban agar tidak lapor kepada orang tuanya,” terangnya.

Tindak pidana pencabulan tersebut, kata AKP Gatot lagi, terungkap saat korban dimandikan ibunya mengeluh bagian vitalnya sakit, selain itu ibu korban juga menemukan cairan di celana dalam korban.

“Begitu orang tuanya mendengar keterangan korban, langsung melapor. Begitu mendapat laporan anggota bergerak menangkap ketiga pelaku berikut barang bukti berupa, satu kaos lengan pendek, satu buah rok pendek, satu celana dalam dan satu buah kursi panjang ukuran satu setengah meter berwarna biru,” paparnya

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 82 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Untuk ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed