oleh

HM Suryo Alam Sebar 25 Ribu Bibit Buah Untuk Petani Nganjuk

Nganjuk- Selain membuat terobosan “Program Kemandirian Petani” HM Suryo Alam Ak, MBA juga terus membuat gagasan untuk petani Kabupaten Nganjuk. Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) tersebut sejak seminggu terakhir memberikan 25 ribu bibit tanaman buah kepada belasan Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

Berbagai macam tanam buah diberikan secara gratis kepada para petani di 20 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk dengan harapan nantinya setelah tanaman berbuah menjadi sumber penghasilan lain bagi petani tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.

“Untuk jenis tanaman buahnya bermacam-macam, mulai kelengkeng. Alpukat. Rambutan. Durian. Mangga dan lain-lain jumlahnya dua puluh lima ribu bibit buah,” kata HM Suryo Alam saat berbincang dengan akurasinews.com. Rabu (06/12/2017) malam ini.

Dipilihnya bibit tanaman buah, lanjut HM Suryo Alam, karena saat ini memasuki musim penghujan, sehingga tepat untuk menanam tanaman buah karena akan mendapat pasokan air secara cukup, “Karena memasuki musim penghujan, sangat tepat jika menanam tanaman buah, di kebun ataupun di pekarangan sekitar rumah petani,” papar kandidat Bakal Calon Bupati Nganjuk tersebut.

Mengenai pertanian Kabupaten Nganjuk, kata HM Suryo Alam lagi, memang perlu dilakukan serangkaian terobosan, “Kalau pembenahan, banyak yang harus kita benahi, pengairan misalnya, di Nganjuk ini perlu dibuatkan beberapa titik embung, sehingga saat musim kemarau, tidak sampai mengalami kesulitan air untuk kebutuhan pertanian,” jelasnya.

Selain itu, imbuh HM Suryo Alam, Pemerintah juga harus selalu pro aktif melakukan monitoring maupun penyuluhan kepada para petani, agar ketika musim tanam, musim perawatan, hingga musim panen petani selalu mendapat pendampingan agar memperoleh hasil maksimal.

“Kalau hanya monitoring namun didiamkan ketika menemukan permasalahan atau keluhan petani tidak ada artinya pengawasan itu, begitu mendengar atau mengetahui secara langsung, pemerintah harus memberikan solusi, bukan hanya mencatat,” tutur HM Suryo Alam.

Seperti halnya “Program Tani Bolo Suryo” yang telah diresmikan oleh Plt. Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus, beberapa waktu lalu. Begitu resmi terbentuk tim langsung bekerja dengan terjun langsung ke masyarakat terutama kalangan petani.

HM Suryo Alam mengatakan, program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan petani. Mengingat selama ini para petani terus mengalami persoalan yang seolah tiada habisnya. Terlebih, generasi untuk saat ini sudah enggan berkecimpung di bidang pertanian, sehingga membuat masa depan dunia tani semakin pelik.

“Dalam program tani bolo suryo ini, waktu musim tanam, bibit dan pupuk maupun obat pertanian disediakan. Prinsip disini, biasanya para petani jika beli sendiri di kios harganya mahal. Di program ini kami data satu persatu secara rinci terkait perencanaan, sehingga kami belanja untuk mempersiapkan. Beli dikit sama banyak harga pasti beda, harga beda ini kita berikan ke petani,” tandasnya.

Untuk langkah awal, kata HM Suryo Alam, program ini akan diterapkan terlebih dahulu pada tanaman padi, jagung, cabe, bawang merah. “Selama musim paceklik petani akan diberi dana dua juta rupiah per bulan untuk biaya mengurus tanaman. Selain itu, dana juga bisa digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi petani, sehingga masih tetap ada penghasilan di musim itu,” jelasnya

Program ini, sebut Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa III, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya tersebut, dirancang secara terus menerus selama 3 tahun, sehingga petani para petani bisa menjadi lebih tenang, “Dan program tersebut juga ada asuransinya, ini bertujuan apabila petani mengalami gagal panen, biaya tananmnya diganti,” urainya.

Yang lebih penting, lanjut HM Suryo Alam, permasalahan pokok petani saat ini adalah mengenai harga saat musim panen tiba, “Kita akan berusaha semaksimal mungkin, harga anjlok saat musim panen itu dapat dihindari, jangan sampai kita sudah usahakan membantu saat musim tanam, namun ketika panen harga anjlok,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed