oleh

Undang Kades Suru, KPK Telusuri Aset Bupati Taufiqurrahman

Nganjuk- Selain memeriksa sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) Pemerintah Nganjuk, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Madiun, sepertinya lembaga anti rasuah tersebut juga mulai menelusuri aset atau harta kekayaan mantan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurahman.

Terbukti, dua penyidik KPK meminjam ruang rapat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memintai keterangan Wawan Kepala Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Rabu (06/12/2017).

“Jadi tadi itu sekitar pukul empat belas, dua penyidik KPK datang meminjam ruang rapat Plt Sekda, untuk memintai keterangan saudara Wawan, beliau ini adalah kepala desa terpilih di Desa Suru Kecamatan Ngetos. Namun karena belum dilantik, saat bertemu penyidik tadi ditemani oleh Plt Sekretaris Desa Suru bernama Sumigan,” jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Nganjuk Drs Agus Irianto MM kepada akurasinews.com.

Pemeriksaan KPK, kata Agus terkait dengan rencana penyidik yang akan mendatangi Balai Desa Suru guna memintai keterangan sejumlah warga Desa Suru, “Untuk masalahnya terkait dengan apa, kami tidak mengetahui secara pasti, jadi silahkan langsung konfirmasi penyidik KPK,” paparnya.

Penyidik lembaga anti rasuah tersebut, lanjut Agus Irianto berencana datang ke Balai Desa Suru, besok Kamis (07/12/2017), “Jadi tadi Pak Kades terpilih diundang karena besok pagi, mulai jam kerja penyidik akan datang ke Balai Desa Suru untuk memeriksa saksi-saksi beberapa warga dan perangkat desa,” terangnya.

Ungkap Dugaan Money Laundering & Gratifikasi..?

Dari keterangan Kabag Humas Pemkab Nganjuk tersebut diduga kuat penyidik KPK saat ini tengah melakukan kroscek untuk memperkuat dugaan tindak pidana pencucian uang (Money Laundering) atau gratifikasi saat Bupati Taufiqurrahman menjabat.

Pemeriksaan di Balai Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk tersebut sebetulnya sudah pernah dilakukan oleh penyidik KPK. Saat itu pasca menetapkan Bupati Taufiqurrahman sebagai tersangka, lembaga anti rasuah tersebut melakukan penelusuran aset penguasa dua periode tersebut. Namun sayang, langkah KPK terhenti setelah kalah di Pra Peradilan.

Informasi yang berhasil dihimpun akurasinews.com dari berbagai sumber menyebutkan, Bupati Taufiqurrahman memiliki aset tanah di Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk seluas 175 hektare. Belum diketahui secara pasti apakah tanah tersebut betul-betul atas nama Taufiqurrahman atau diatasnamakan orang lain.

Sumber lain menyebutkan, tanah tersebut bukan dibeli secara langsung oleh Taufiqurrahman ketika masih menjabat sebagai Bupati, namun merupakan hadiah dari seorang pejabat yang saat ini masih bebas dan belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Kades Suru Lakukan Aksi Tutup Mulut

Belum diketahui secara pasti apa alasan Wawan Kepala Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk melakukan aksi tutup mulut usai dimintai keterangan KPK di ruang rapat Sekda Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Memakai baju lengan pendek warna krem motif garis biru muda, Kades terpilih yang belum dilantik tersebut mengaku terus menerus mengatakan tidak tahu meskipun sudah tiga jam diajak berbincang oleh dua penyidik KPK, “Saya itu kades terpilih tapi belum dilantik, saya tidak tahu,” katanya singkat saat ditanya sejumlah pertanyaan wartawan.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed