oleh

KPK Periksa 19 Saksi di Balai Desa Suru

Nganjuk- Selain memasang papan di lahan seluas 10 hektare milik mantan Bupati H Taufiqurrahman di kawasan hutan Puh Tulis Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga memeriksa 19 saksi yang merupakan pemilik tanah kawasan hutan Puh Tulis di balai desa setempat. Kamis (07/12/2017)

“Ada Sembilan belas warga yang diperiksa, mereka itu adalah pemilik tanah yang dibeli oleh Pak Taufiq (mantan Bupati Taufiqurrahman,Red),” ujar Suwadi mantan Kepala Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk kepada akurasinews.com.

Sembilan belas saksi itu diperiksa oleh enam orang penyidik secara bergantian. Dan hingga berita ini dirilis petugas masih terus melakukan pemeriksaan dengan pengawalan petugas Kepolisian Sektor Ngetos, “Pemilik tanah itu ada yang asli warga Desa Suru, ada juga yang dari luar Desa Suru. Namun lebih banyak yang dari luar desa, hanya saja tanahnya berada di Puh Tulis,” jelas Suwadi.

Terus Telusuri Aset Taufiqurrahman

Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya masih akan terus melakukan penelusuran sekaligus menyita aset milik mantan Bupati Taufiqurrahman. Informasi tentang kepemilikan 175 hektare tanah milik warga asli Kabupaten Jombang tersebut terus diburu lembaga anti rasuah tersebut.

Tanah seluas 175 hektare tersebut, tersebar di berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Sumber akurasinews.com menyebutkan jika tanah itu berada di sebelas kecamatan, sumber lain menyebutkan tanah itu berada di wilayah Kecamatan Ngetos dan Pace.

Akankah KPK berhasil mengungkap dan menyita, harta kepala daerah terkaya di Jawa Timur tersebut, dan dikembalikan kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk. Atau justru sebaliknya hanya didata, disita dan dikembalikan setelah vonis hakim memiliki kekuatan hukum tetap (Inkracht van gewijsde). Sehingga begitu selesai menjalani hukuman tetap memiliki harta berlimpah.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed