oleh

KPK Sita Tanah Hasil Gratifikasi Taufiqurrahman

Nganjuk- Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan penyitaan aset milik mantan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman. Sebagian tanah aset milik Bupati dua periode tersebut berada di kawasan hutan Puh Tulis Desa Suru Kecamatan Ngetos.

Tanah dengan view sangat menarik seluas 10 hektare itu diduga kuat hasil gratifikasi ketika penduduk asli Jombang tersebut menjadi Bupati Nganjuk, “Tanah ini dibeli oleh Pak Taufiq (mantan Bupati Taufiqurrahman,Red) tahun dua ribu lima belas kemarin itu, setiap hektare dihargai seratus juta, jadi totalnya satu miliar rupiah,” ujar Suwadi mantan Kepala Desa Suru Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk saat berbincang dengan akurasinews.com dengan bahasa jawa halus di kawasan hutan Puh Tulis, Kamis (07/12/2017).

Ketika transaksi jual beli, kata Suwadi, dia masih menjabat sebagai kepala desa setempat, sehingga proses transaksi jual sangat faham, “Setahu saya memang dibeli oleh Pak Taufik melalui Pak Hariadi camat saat itu, masalah apakah uang Pak Taufiq atau bukan, itu saya tidak tahu,” paparnya.

Suwadi mengaku tidak mengetahui secara pasti tanah seluas 10 hektare tersebut sedianya akan dijadikan apa oleh pembeli (Taufiqurrahman,Red) “Saya juga tidak tahu akan dibangun atau dibuat apa tanah ini, intinya warga menjual dan Pak Taufiq yang membeli, setahu saya pembelian itu hanya dengan bukti kwitansi, masalah apakah akte jual beli itu sudah jadi atau belum sampai ada KPK ini, kami semua belum mengetahui,” paparnya.

Dijadikan Area Pertambangan atau Vila..?

Pantauan akurasinews.com, di kawasan hutan Puh Tulis, jika dilihat memang cocok dijadikan persinggahan, pemandangannya mengarah langsung ke Kota Nganjuk, sehingga ketika malam hari akan terlihat lebih indah dengan nyala lampu di kawasan Kota Anjuk Ladang.

Dengan pertimbangan inilah dimungkinkan di kawasan tersebut bakal dijadikan hotel atau vila, hal itu diperkuat dengan jalan menuju kawasan hutan Puh Tulis. Jika diubandingkan dengan akses jalan utama Desa Suru, mulai gapura pintu masuk hingga balai desa jalan utamannya aspal yang sudah hancur.

Namun tidak demikian begitu masuk jalan menuju kawasan Puh Tulis, jalannya sudah dicor sehingga semua kendaraan dapat melaju tanpa kendala meskipun berada di kawasan hutan. Dengan lebih dulu dibangunnya jalan, tentunya proses akan dilakukan aktifitas di kawasan hutan sangatlah terlihat.

Informasi lain menyebutkan, kawasan tersebut akan dijadikan area pertambangan, dimana saat ini Kabupaten Nganjuk dilalui oleh proyek Nasional pembangunan Jalan Tol Trans Jawa dan proyek Dobel Track PT Kereta Api Indonesia.

Selain itu, tahun 2018 mendatang dikabarkan Mega Proyek Waduk Samantok di wilayah Kecamatan Rejoso juga akan direalisasi karena Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dilakukan. Tentunya pembangunan itu akan membutuhkan banyak sekali material tanah uruk maupun batu.

Sehingga sangatlah jelas alasan mantan Bupati Taufiqurrahman membeli lahan seluas 10 hektare di kawasan hutan yang kaya akan sumberdaya mineral dan bebatuan tersebut.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed