oleh

Diduga Korupsi DD, Kades Ngepeh Ditahan Kejaksaan

Nganjuk- Diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2015-2016, Kepala Desa Ngepeh Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. Mohamad Afifudin dimasukkan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Nganjuk, Jumat (08/12/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Alasan penahanan, karena memang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan ancaman hukuman dari perbuatan yang dilakukan oleh tersangka lebih dari lima tahun penjara, bahkan maksimal dua puluh tahun,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Nganjuk Eko Baroto SH,MH dihubungi akurasinews.com malam ini via seluler.

Alasan kedua, lanjut Eko Baroto, penyidik khawatir tersangka akan melarikan diri jika tidak dilakukan penahanan serta menghilangkan atau merubah barang bukti,“Dan dikhawatirkan pula tersangka mengulang perbuatannya karena saat ini masih menjabat sebagai kepala desa,” paparnya.

Namun begitu, kata Eko Baroto lagi, tersangka juga sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan, “Sudah ada tadi permohonan penangguhan penahanannya, hanya saja masih akan kita koordinasikan lebih lanjut,” jelasnya.

Seperti diketaui, Kejaksaan Negeri Nganjuk terus melakukan langkah untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Mohamad Afifudin. Bahkan tim Kejaksaan turun langsung ke desa dimana monumen pahlawan dokter Soetomo dibangun tersebut.

Saat itu, Sebanyak 7 petugas Kejaksaan Negeri Nganjuk melakukan penggeledahan di Kantor Kepala Desa (Balai Desa) Ngepeh Kecamatan Loceret. Tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusua Eko Baroto itu menggeledah rumah orang nomor satu di Desa Ngepeh tersebut dengan kawalan petugas kepolisian.

Penggeledahan dilakukan untuk menikdaklanjuti  laporan anggota BPD Ngepeh terkait dugaan korupsi dan mark-up sejumlah proyek anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), yang diduga dilakukan tersangka.

Selain melakukan penggeledahan di kantor desa, petugas kejaksaan juga melakukan penggeledahan di rumah kepala desa (kades) maupun di tempat pembuatan paving milik kades. Dari balai desa, saat itu petugas mengamankan satu kardus berkas dan satu tas nota serta laporan pertanggung jawaban (LPJ) tahun 2015-2016.

Sedangkan dari rumah kepala desa, petugas juga membawa satu kantong tas yang berisikan dokumen dana desa tahun 2015-2016. Sedangkan dari tempat pembuatan paving petugas mengamankan contoh paving dan alat cetak paving. Setelah dilakukan penandatanganan berita acara, semua barang bukti dibawa ke kantor Kejari Nganjuk guna melengkapi data pemeriksaan.

Namun sayang, hingga berita ini ditulis, Gundi Sintara yang dikabarkan sebagai penasehat hukum tersangka belum berhasil dikonfirmasi, dihubungi via seluler juga belum diangkat.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed