oleh

Gandeng Perbankan,Suryo Alam Sediakan Rp 75 Miliar Non ABPD, Untuk Petani Nganjuk

Nganjuk- Gebrakan HM Suryo Alam Ak.MBA, melalui “Program Kemandirian Petani” atau “Program Tani Bolo Suryo” sudah dirasakan petani di tujuh Kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Nganjuk. Sebuah program yang muncul dari banyaknya keluh kesah petani di seluruh Kabupaten Nganjuk diakomodir relawan Bolo Suryo.

“Program Kemandirian Petani” adalah sebuah solusi bagi para petani Kabupaten Nganjuk, dimana permasalahan para petani selalu muncul sejak mulai musim tanam, perawatan hingga panen. Tidak tanggung-tanggung, dengan menggandeng Bank Artha Graha Internasional “Relawan Bolo Suryo” menyediakan dana sebesar Rp 75 miliar untuk program tani selama tiga tahun kedepan.

Dan tahap awal, program sejak dua minggu terakhir sudah diperoleh para petani di tujuh Kecamatan yakni, Tanjunganom. Berbek. Sawahan. Bagor. Rejoso. Loceret dan Sukomoro. Dan untuk saat ini, dana yang sudah diterima petani di tujuh Kecamatan tersebut sebesar Rp 251 juta untuk tiga puluh satu petani.

“Ini merupakan langkah nyata kami, kerja nyata kami untuk perubahan Kabupaten Nganjuk, dana ini diluar APBD. Silahkan para petani Nganjuk datang ke sekretariat Bolo Suryo, di Jalan Mastrip Nganjuk, berkelompok atau kolektif boleh, sendiri juga boleh. Ini sifatnya umum, siapa saja yang penting masyarakat Nganjuk dan memiliki surat keterangan dari desa betul-betul memiliki lahan atau sawah,” ujar HM Suryo Alam saat berbincang dengan akurasinews.com. Sabtu (09/12/2017).

Kandidat Bakal Calon Bupati (Bacabup) Nganjuk yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) tersebut, menjelaskan, program tani ini muncul dari banyaknya keluhan para petani di seluruh Kabupaten Nganjuk, “Untuk permulaan program, kami akan menyediakan dana sebesar tujuh puluh lima miliar untuk tiga ribu hektare areal tanam. Setiap hektare sawah kita alokasikan anggaran sebesar dua puluh lima juta rupiah,” papar HM Suryo Alam.

Selama ini, lanjut HM Suryo Alam para petani terus saja mengalami persoalan yang seolah tiada habisnya. Terlebih, generasi untuk saat ini sudah enggan berkecimpung di bidang pertanian, sehingga membuat masa depan dunia tani semakin pelik.

“Dalam program ini, waktu musim tanam, bibit dan pupuk maupun obat pertanian disediakan. Prinsip di sini, biasanya para petani jika beli sendiri di kios harganya mahal. Di program ini kami data satu persatu secara rinci terkait perencanaan, sehingga kami belanja untuk mempersiapkan. Beli dikit sama banyak harga pasti beda, harga beda ini kita berikan ke petani,” jelas HM Suryo Alam

Untuk awal program kata HM Suryo Alam lagi, program ini akan diterapkan terlebih dahulu pada tanaman padi, jagung, cabe, bawang merah. “Selama musim paceklik petani akan diberi dana dua juta rupiah per bulan untuk biaya mengurus tanaman. Selain itu, dana juga bisa digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi petani, sehingga masih tetap ada penghasilan di musim itu,” jelasnya

Program ini, imbuh HM Suryo Alam, dirancang secara terus menerus selama 3 tahun, sehingga petani para petani bisa menjadi lebih tenang, “Selain itu program ini juga ada asuransinya, ini bertujuan apabila petani mengalami gagal panen. Sehingga diganti biaya tananmnya,” urainya.

Yang lebih penting, lanjut HM Suryo Alam, permasalahan pokok petani saat ini adalah mengenai harga saat musim panen tiba, “Kita akan berusaha semaksimal mungkin, harga anjlok saat musim panen itu dapat dihindari, jangan sampai kita sudah usahakan membantu saat musim tanam, namun ketika panen harga anjlok,” tandasnya.

Mubasir, petani asal Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom, salah satu petani penerima program tani bolo mengatakan, untuk mendapat bantuan program tani bolo suryo tidaklah sulit, cukup menyerahkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan surat keterangan dari desa yang menyebutkan bahwa benar-benar memiliki sawah. “Alhamdulillah ini sudah saya terima, dan akan untuk biaya tanam, semoga hasilnya panen mendatang lumayan,” katanya.

“Program Tani Bolo Suryo” ini, kata Mubasir dirasakan sangat membantu para petani Kabupaten Nganjuk, “Biasanyakan para calon itu (Cabup,Red) hanya janji dan omong saja, ini Pak Suryo Alam belum dilantik programnya sudah benar-benar realisasi dan betul-betul kami terima, jadi tidak hanya janji tapi bukti. Kalau sudah ada buktikan masyarakat yang menilai,” paparnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed