oleh

Kementerian Kominfo Gelar “Doa Cinta Indonesia” Bersama Ribuan Santri Jombang

Jombang – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar “Doa Cinta Indonesia” dan Pagelaran Seni Budaya bersama ribuan santri di Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Kota Jombang.

Dihadiri Muhaimin Iskandar sebagai Panglima Santri, “Doa Cinta Indonesia” tersebut mengambil tema “Perjalanan Panglima Santri” “Doa bersama hari ini diikuti ribuan santri bertujuan, agar Bangsa Indonesia selamat dari berbagai cobaan. Gara-gara Donald Trump politik dunia menjadi sangat genting dan rawan. Dan Indonesia harus menjaga diri supaya selamat dari imbas konflik global,” ungkap Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar kepada akurasinews, Sabtu (09/12/2107)

Menurut pria yang juga duduk di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) tujuan doa bersama tersebut, agar bangsa Indonesia cepat makmur dan sejahtera. “Yang terpenting, kita doakan Pilkada Jawa Timur nanti sukses, Pemilihan Gubernur maupun Pilkada di Jombang bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga disinggung pertanyaan terkait konflik Palestina-Israel yang secara hukum telah dituangkan dalam Perjanjian Oslo tahun 1993, yaitu penyelesaian status Jerusalem secara permanen terletak pada perundingan antara Israel-Palestina sendiri.

“Ini saya kira perlawanan tingkat tinggi, bahkan bisa berakibat kekerasan dimana-mana, dan Donald Trump bertanggung jawab untuk itu semua dan kita harus protes kepada Amerika untuk menghentikan provokasi-provokasi yang membahayakan kedamaian dunia,” tutur Cak Imin.

Cak Imin, juga mengatakan ada dua solusi untuk mananggapi konflik tersebut yakni, pertama organisasi-kerjasama islam harus kompak bersatu. “Supaya mewarnai, agar PBB segera melakukan tindakan-tindakan politik pengamanan dunia,”pungkasnya.

Seperti diberitakan, Presiden Amerika, Donald Trump mendadak mengambil kebijakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu (6/12/2017), dengan keputusan itu memicu kecaman dari Palestina dan sejumlah negara bahkan dianggap tidak menghiraukan peringatan kerusuhan yang terjadi di Timur Tengah.

Kemudian Pemerintah Indonesia juga mengecam keras keputusan pemerintah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota yang akan memicu guncangan stabilitas keamanan dunia tersebut.

Reporter : Taufiqur Rachman

 

Komentar

News Feed