oleh

Istri, ASN dan Kades Dicekal KPK, Aset Tanah Taufiqurrahman Juga Ada di 5 Kecamatan

Nganjuk- Selain memiliki aset di tanah di wilayah Kecamatan Ngetos seluas 10 hektare yang telah disita oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman juga memiliki aset tanah di dua wilayah kecamatan lain yakni Kecamatan Loceret dan Pace seluas 30 Hektare (Baca : https://www.akurasinews.com/2017/12/14/di-kecamatan-pace-loceret-tanah-taufiqurrahman-30-hektare/)

Jika di tiga wilayah Kecamatan sudah terdeteksi luasnya, redaksi akurasinews.com menerima informasi jika mantan orang nomor satu di Kabupaten dengan sebutan Anjuk Ladang tersebut juga memiliki harta berupa tanah di lima wilayah Kecamatan lain, yakni di wilayah Kecamatan Lengkong, Tanjunganom, Patian Rowo, Jatikalen dan Sawahan.

Meski hingga saat ini KPK belum melakukan penyitaan terhadap aset tanah, suami Ita Triwibawati Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Jombang yang ada di Kabupaten Nganjuk tersebut. Namun lembaga anti rasuah itu ternyata sudah membawa berbagai aset atau harta Taufiqurrahman yang pernah dititipkan di Mapolres Jombang.

Harta itu berupa, empat mobil mewah dan satu motor gede (moge). Kendaraan tersebut diduga akan dibawa ke Surabaya sebelum diamankan di Gedung KPK. Adapun mobil yang disita yakni satu Jepp Wrangler dengan nomor polisi B 99 FIQ dan satu Toyota Kijang Inova hitam S 1106 YZ.

Penyidik KPK turut menyita satu mobil MHD Smart abu-abu B 1485 WKI, satu motor gede BMW P 1200 GS silver B 4873 BGX, serta satu mobil VW 2016 hitam S 989 XI. Seluruh kendaraan itu diamankan petugas dari rumah di Jalan Hasyim Asya’ri Nomor 99 Desa Mojosongo, Kecamatan Diwek, Jombang.

“Benar sudah diambil semua kendaraannya. Ada lima unit,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang Ajun Komisaris Herio Romadhona Chaniago seperti dikutip okezone.com

Namun belum diketahui hendak dibawa ke mana empat mobil mewah dan satu moge itu. Herio menyatakan tak mengetahui lokasi petugas KPK akan mengamankan barang sitaan dari kasus hasil dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Kabupaten Nganjuk itu. “Kurang tahu saya, karena itu kewenangan KPK,” terang Herio.

Ita Triwibawati, Dua ASN, Kades & Pihak Swasta Dicekal KPK

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman kembali dijerat KPK dengan sangkaan gratifikasi. Penyidik KPK pun telah menyita 2 mobil Taufiqurrahman terkait kasus tersebut.

“Aset-aset yang sudah disita adalah 1 mobil Jeep Wrangler Sahara 4D tahun 2012 warna abu-abu dan 1 unit mobil Smart Fourtwo warna abu-abu tua,” ucap Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017). Seperti dikutip detiknews.com.

Sebelumnya, Taufiqurrahman telah dijerat KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober lalu. Saat itu dia ditangkap dengan dugaan penerimaan suap terkait jual-beli jabatan di Nganjuk. Dengan demikian, ada 2 sangkaan yang menjerat Taufiqurrahman.

Gratifikasi itu, disebut Febri, berasal dari 2 rekanan kontraktor di Nganjuk. Tiap kontraktor memberikan Rp 1 miliar kepada Taufiqurrahman. “Dari dua rekanan kontraktor di Nganjuk masing-masing Rp 1 miliar terkait pembangunan infrastruktur di Nganjuk,” ujar Febri.

Terkait sangkaan gratifikasi, Febri menyebut ada 5 orang yang dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan sejak 27 Oktober 2017. Kelimanya adalah Ita Triwibawati selaku Sekda Kabupaten Jombang (istri Taufiqurrahman) Nurrosyid Husein Hidayat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Sekar Fatmadani Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Nganjuk.3. Ahmad Afif pihak swasta dan Syaiful Anam Kepala Desa Sidoarjo Tanjunganom Nganjuk.

Reporter : Agus Bima  

Komentar

News Feed