oleh

Jadi Irup Apel Besar Pam Swakarsa Pilkada, Plt Bupati Tekankan Netralitas ASN

Nganjuk- Pelaksa Tugas Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) “Apel Besar Pam Swakarsa Pilkada Serentak 2018”. Dalam upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Satuan Polisi Pamong Praja tersebut diikuti oleh ratusan peserta. Gus Wachid sapaan akrab Plt Bupati Nganjuk menekankan akan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada perhelatan Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

“Momentum Pilkada Serentak mendatang, sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme saudara-saudara sebagai ASN. Ingat pengabdian ASN atau PNS itu bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. Melainkan pengabdian kepada negara, bangsa, dan rakyat, maupun agama,” kata Gus Wachid. Kamis (14/12/2017)

Acara yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno Kelurahan Begadung Kota Nganjuk tersebut diikuti oleh Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri, TNI, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran (PMK), masing-masing satu pleton. Sekaligus Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nganjuk, Komisioner Pengawas Pemilu (Panwaslu) Nganjuk dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Se Jawa Timur serta sejumlah instansi terkait.

Pada apel tersebut, diselenggarakan pula simulasi pengamanan pemilihan kepala daerah, digambarkan pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah di Nganjuk dihebohkan oleh sekelompok provokator. Mereka menilai penghitungan suara di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) sarat dengan kecurangan.

Berawal dari salah penempatan hasil suara, membuat saksi dari calon bupati melakukan protes. Namun ketika dijelaskan oleh ketua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), sekelompok provokator itu justru berteriak lantang.

Akibatnya, para pemilih dan warga yang menyaksikan maupun antri memberikan hak suara masuk arena TPS dan merusak fasilitas yang ada. Petugas perlindungan masyarakat (Linmas) yang berusaha melakukan pengamanan kuwalahan menenangkan massa yang terprovokasi, hingga akhirnya massa bertindak anarkis melakukan pengerusakan.

Untuk menghentikan kerusuhan, petugas Linmas langsung menghubungi Babinsa dan Babhinkamtibmas yang siaga di Kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tak lama berselang, kedua petugas tersebut datang bersama satu peleton linmas. Akhirnya, massa bisa dikendalikan dan provokator dapat diamankan.

Terpisah, Pelaksana Tugas, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Drs Abdul Wakid MM mengatakan, simulasi ini digelar untuk mengantisipasi kerusuhan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Pilkada 2018 mendatang. “Ini merupakan wujud kerjasama antara Linmas dengan TNI dan Polri dalam penanganan kerusuhan pada Pilkada mendatang,” ujarnya.

Selain, lanjut Abdul Wakid, Linmas memang sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan pada Pilkada serentak mendatang, “Kita sudah mempersiapkan diri, kita sudah koordinasi dengan KPU, Panwas. Polres dan Kodim, sehingga nantinya diharapakan ketika terjadi permasalahan di tingkat TPS, Linmas dapat melakukan pencegahan sedini mungkin, karena Linmas memang masuk dalam proses pemilihan itu,” paparnya (adv)

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed