oleh

“Presiden Jancukers” : Trump itu Memang Agak ‘Urakan’

Jombang – Menjelang moment politik Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang, Bangsa Indonesia  harus  menyiapkan Ketauhidan supaya tak terkoyah oleh perbedaan keyakinan yang kerap terjadi dalam praktik adu domba antar anak bangsa.

“Yang perlu disiapkan Bangsa Indonesia adalah tauhid, karena kalau ketauhidan, kemanunggalan bahwa Tuhan itu Maha Esa dan menduduki semuanya, maka nanti yang muncul adalah politik sektarian,” ungkap Sujiwo Tejo kepada Akurasinews, Jumat (15/12/2017).

Menurut Budayawan yang identik dengan topi koboi dan mendapat julukan “Presiden Jancukers” itu, mengatakan bahwa apabila nanti muncul politik sektarian, maka akan tergantung agama-agama dan toleransi yang sekedar diucapkan tetapi tidak bisa dilakukan.

“Karena setiap agama merasa dia yang paling benar. Makanya, pengajian yang seperti ini, ketauhidan, ketasawufan, sehingga ‘Ngregani’ orang yang beda keyakinan itu yang paling penting, kalau gak ini nanti bisa di adu domba antar anak bangsa,” tegasnya.

Soal konflik politik internasional, terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di Palestina dari sudut pandang kebudayawan, Penulis buku “Ngawur Karena Benar” itu, mengungkapkan belum mengetahui persis tentang sejarah disana.

“Tapi yang jelas itu milik tiga agama yaitu, Kristen, Yahudi dan Islam. Jadi mungkin juga tidak bijak juga kalo pihak Yahudi tidak boleh memiliki dan untuk Trump itu memang agak urakan, itu memang harus dilawan,” ucap pria asal Kabupaten Jember Jawa Timur tersebut.

Untuk diketahui, Budayawan Sujiwo Tedjo hadir dalam rangka Peringatan Hari Lahir ke-18 acara Kongkow Kebudayaan (Cangkrukan Budayaan) yang bertajuk “Mikul Dhuwur Mendem Jero” dengan menampilkan karya musik populernya dihadapan para pengemar Jancukers.

Adapun deretan tembang yang dilatunkan pada acara tersebut diantaranya ‘Sugih Tanpo Bondo’,‘Jancuk’, dan ‘Titi Kolo Mongso’ yang di pertontonkan dihadapan ratusan santri Pondok Pesantren Kyai Mojo di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Tak hanya Sujiwo Tejo yang menjadi narasumber di acara tersebut. Turut hadir pula beberapa budayawan lainnya seperti KH Budi Harjono (Pimpinan Pondok Pesantren Al Ishlah Semarang) dan Ketua Lesbumi PBNU, KH Agus Sunyoto (Penulis buku Resolusi Jihad dari Malang).

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed