oleh

Segera Umumkan Hasil, Besok KPU Gelar Pleno Bersama 3 Paslon

Nganjuk- Setelah melakukan pemeriksaan berkas tiga pasangan calon (Paslon) dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama sekaligus menggelar tes psikologi dan narkoba, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menggelar rapar pleno dengan mengundang para paslon di Griya Kendali Sadha, Jalan Widas Kelurahan Begadung Kota Nganjuk.

“Besok kita agendakan menggelar pleno dengan ketiga paslon, mengenai hasil tes kesehatan, psikologi dan narkoba ketiga paslon hari ini petugas mengambil ke Surabaya, besok sekalian kita umumkan kepada ketiga paslon,” ujar ketua KPU Nganjuk Agus Rahman Hakim SH, Selasa (16/01/2018) kepada akurasinews.com.

Terkait dengan ijazah salah satu bakal calon (balon) yang ketika dilakukan pemeriksaan ternyata belum dilegalisir, Agus Rahman mengatakan jika saat ini sudah diganti dengan yang telah dilegalisir, “Pihak ketiga yang kita gandeng juga menemukan, ijazah salah satu balon dilegalisir di Nganjuk, itukan tidak boleh harus diperbaiki dari daerah dimana balon tersebut dulu bersekolah,” paparnya.

Untuk itu, kata Agus Rahman lagi, Rabu (17/06/2018) KPU mengagendakan menggelar rapata pleno dengan mengundang ketiga paslon, untuk menyampaikan hasil verifikasi administrasi sekaligus tes kesehatan, psikologi dan narkoba, “Kita harapkan ketiga paslon hadir, karena undangan juga sudah kirim ke masing-masing paslon,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Pasca pendaftaran tiga bakal pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nganjuk mulai melakukan penelitian guna penyempurnaan berkas dari ketiga paslon.

Ketiga Paslon itu diantaranya, Paslon Novi Rahman Hidhayat dan Marhaen Djumadi (Novi-Marhen), Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono (Hanung-Bima) dan Desy Natalia Widya- Ainul Yakin (Desy-Yakin).

Hasilnya, petugas KPU menemukan ijazah SLTA sederajat seorang bakal calon (balon) yang belum dilegalisir, sehingga terancam dicoret dari kontestasi Pilbup (pemilihan bupati) Nganjuk 2018.

Proses verifikasi atas berkas sebagai syarat pendaftaran para calon bupati atau wakil bupati mulai dilakukan KPU guna validasi data. Dengan menggandeng verifikator dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag), tim validasi menemukan ijazah belum terlegalisir, padahal ijazah SMA diwajibkan untuk legalisir.

“Sejauh ini sudah dipenuhi semua, cuma apakah sudah sempurna sesuai PKPU masih dilakukan proses penelitian. Tentunya seperti temuan kemarin, akan menjadi proses perbaikan hingga tanggal 20 Januari 2018,” ujar Pujiono, Komisioner KPU Nganjuk.

Disinggung mengenai ijazah SLTA dari Paslon siapa yang belum dilegalisir, Pujiono enggan untuk menyebutnya. “Untuk nama kami belum bisa sebutkan karena sedang dalam pemeriksaan UPTD Dinas Pendidikan Provinsi dan Kementerian Agama. Tentu jika sampai tanggal 20 belum dilegalisir, maka berkas pendaftaran akan dinyatakan tidak memenuhi syarat,” jelas Pujiono.

Untuk diketahui, hingga hari terakhir pendaftaran ada tiga bakal pasangan calon yang mendaftar ke KPU Nganjuk, masing-masing, Novi Rahman Hidayat-Marhaen Djumadi (Novi-Marhein) yang diusung PDIP dengan 11 kursi DPRD, PKB dengan 6 kursi dan Partai Hanura dengan 3 kursi jika ditotal jumlahnya 20 kursi. Kemudian Paslon kedua, Siti Nurhayati -Bimantoro Wiyono (Hanung-Bima) yang diusung Partai Gerindra dengan 7 kursi DPRD, Partai Demokrat dengan 4 kursi, dan PAN dengan 1 kursi, serta PPP dengan 2 kursi, jika ditotal jumlahnya 14 kursi. Sedangkan paslon ketiga Desy Natalia Widya-Ainul Yakin (Desy-Yakin) yang diusung Partai Golkar dengan 6 kursi DPRD, Nasdem 4 kursi dan PKS satu kursi dengan total 11 kursi.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed