oleh

Puluhan Ribu Peserta Didik Anjuk Ladang, Terima PIP “Bolo Suryo”

Nganjuk- Jika selama ini banyak wali murid di Kabupaten Nganjuk pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) mengeluh belum pernah menerima dana meskipun sudah memberikan semua persyaratan, bahkan tidak sedikit yang sampai tamat sekolah dana yang semustinya diterima tak kunjung didapat mendapat perhatian serius anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) HM Suryo Alam Ak,MBA.

Bersama relawan “Bolo Suryo” politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut melakukan pendataan ulang. Hasilnya, puluhan ribu peserta didik kabupaten dengan julukan Anjuk Ladang tersebut menerima program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta didik.

“Kemarin lusa saya berkunjung ke SMPN satu Bagor, kenapa kok ke SMPN satu Bagor, karena di sekolah tersebut, paling banyak siswa penerima PIP (Program Indonesia Pintar) melalui relawan “Bolo Suryo”,  ada lima ratus tiga puluh anak di SMPN satu Bagor yang mendapat PIP,” jelas HM Suryo Alam kepada akurasinews.com, Kamis (01/02/2018).

PIP yang telah dihimpun oleh relawan “Bolo Suryo”, lanjut Ketua Departemen Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa II, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya ini tidak hanya untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja, namun mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menangah Kejuruan (SMK).

“Semua kita bantu, mulai SD, SMP hingga SMA bahkan SMK, semua kita bantu agar program ini dapat tersalur sebagaimana mustinya, jangan sampai peserta didik sudah menerima KIP (Kartu Indonesia Pintar), tapi tak kunjung terealisasi, ini akan saya kawal terus program ini,” papar HM Suryo Alam.

Adapun jumlah peserta didik yang mendapat PIP melalui relawan “Bolo Suryo” berjumlah 4111 peserta didik untuk tingkat SMP, terbagi di 28 sekolah. 7118 peserta didik untuk tingkat SD tersebar di 167 sekolah, 3241 peserta didik untuk tingkat SMA tersebar di 21 sekolah dan 3566 peserta didik untuk tingkat SMK tersebar di 46 sekolah.

“Program ini (PIP,red) jelas peruntukannya, untuk menunjang peserta didik agar dalam menempuh bangku pendidikan tidak sampai mengalami masalah terutama tentang biaya, meskipun sekolah itu gratis. Namun peserta didik juga membutuhkan biaya lain-lain,” jelas HM Suryo Alam.

PIP, kata HM Suryo Alam lagi, menjadi program andalan dari berbagai macam program Pemerintah Pusat di dunia pendidikan, untuk menopang keberhasilan peserta didik, “Keberhasilan itu membutuhkan biaya, tanpa dukungan program semacam ini, progres pendidikan tidak akan maksimal,” terangnya.

Selain itu, lanjut HM Suryo Alam, sekolah juga perlu mendapat perhatian mengenai sarana dan prasarana, mulai dari lokal kelas, peralatan guru sampai dengan kualitas maupun kuantitas pendidik, “Saya sering mendapat keluhan sekaligus masukan dari para pendidik bahkan melihat secara langsung, kondisi lokal kelas yang kurang layak, masih banyaknya guru bantu dan lain-lain, permasalahan dunia pendidikan ini harus segera dipecahkan,” tutupnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed