oleh

280 Ribu Guru PNS Pensiun, HM Suryo Alam Usulkan Pengangkatan Honda Nganjuk ke Kementerian

Nganjuk-  Tidak hanya melakukan monitoring proses pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) ke sejumlah sekolah di Kabupaten Nganjuk. Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPRRI) HM. Suryo Alam, Ak,MBA juga menindak lanjuti aspirasi para guru yang masih berstatus honorer daerah (Honda) dengan melakukan komunikasi sekaligus menyampaikan usulan kepada Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). “Mengenai guru yang masih berstatus honorer daerah (honda), kami di Komisi X DPRRI sudah melakukan usulan kepada Kemendikbud dan Kemenpan-RB agar para guru honda tersebut diangkat menjadi CPNS,” ujar HM Suryo Alam kepada akurasinews.com Sabtu (10/02/2018). Alasannya, kata Politisi Partai Golongan Karya tersebut, pada tahun 2018 ini ada 280 ribu guru PNS yang purna tugas (pensiun), dengan besarnya jumlah guru yang pensiun jika tidak segera ditindak lanjuti dengan melakukan pengangkatan kepada para guru yang masih berstatus honda dikhawatirkan kualitas dunia pendidikan akan mengalami penurunan. “Alasannya sangat realistis, guru yang pensiun ada dua ratus delapan puluh ribu, kalau ini tidak segera diisi kita khawatirkan kualitas dunia pendidikan berkurang, bukan berarti kalau pengajar itu masih Honda tidak maksimal mengajar, justru karena mereka sudah berstatus Honda, berarti sudah membuktikan pengabdian, nah Negara seharusnya menghormati pengabdian para guru Honda itu. Apalagi di Nganjuk ini dari informasi dan keluhan para guru Honda mereka mengabdi sudah belasan bahkan puluhan tahun,” papar HM Suryo Alam saat berbincang dengan akurasinews.com di Nirwana Hotel dan Restaurant Kota Nganjuk. Aspirasi itu, lanjut HM Suryo Alam seperti disampaikan oleh Sumadi Kepala Sekolah SDN Balongrejo Berbek, Nganjuk, “Pak Sumadi menyampaikan jika di sekolah yang dipimpinnya itu ada Sembilan guru PNS dan dua puluh satu guru yang masih honorer, untuk itu beliau memohon kepada kami yang ada di Komisi X untuk mengusulkan ke Kemendikbud dan Kemenpan-RB, saya katakan, usulan itu sudah kami sampaikan kepada Kementerian, jadi kami yang ada di Komisi X sudah melakukan upaya itu,” jelasnya. Selain itu, lanjut HM Suryo Alam, Kepala SDN Balongrejo Berbek juga minta perhatian mengenai masalah infrastruktur sekolah yang sudah mulai mengalami kerusakan agar segera dilakukan perbaikan,“Hal lain yang disampaikan oleh Pak Sumadi adalah mengenai sarana dan prasarana sekolah yang sudah mengalami kerusakan, beliau memohon agar kami juga memberikan solusi mengenai hal itu, dan itu kita tampung dan akan segera kita tindak lanjuti ke dinas maupun kementerian terkait,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, HM Suryo Alam juga mendengarkan langsung ungkapan terima kasih dari Sunarto wali murid SDN Balongrejo Berbek salah satu orang tua penerima PIP melalui jalur aspirasi DPRRI (Program relawan “Bolo Suryo”). “Saya tidak hanya berkomunikasi dengan kepala sekolah dan dewan pengajar atau guru, tapi juga dengan orang tua murid penerima PIP, Pak Sunarto wali penerima PIP mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menerima realisasi dana PIP melalui relawan “Bolo Suryo”, selain itu, Pak Sunarto juga meminta bantuan alat musik gamelan sekaligus guru pendidikan kesenian, saya sampaikan kita tampung semua aspirasi, sekaligus semua permohonan tersebut,” tandas HM Suryo Alam. Selain itu, HM Suryo Alam sebelumnya juga telah melakukan monitoring ke Sekolah Dasar Islam (SDI) Baitul Izzah yang muridnya juga menerima Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi DPRRI, “Langsung ketemu dengan Ketua Yayasan Pak Nurhadi dan Kepala Sekolah Ibu Tri Setya berserta para dewan pengajar SDI Baitul Izzah, semua menyampaikan ucapan terima kasih karena PIP di sekolahnya berjalan dengan lancar, Ibu kepala Sekolah juga menyampaikan ucapan terima kasih mewakili semua wali murid penerima PIP,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, HM Suryo Alam juga menjelaskan jika PIP dapat terealisasi melalui tiga jalur, pertama melalui jalur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ,kedua melalui jalur Kementrian Sosial (Kemensos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) serta melalui jalur aspirasi DPRRI, “Sudah saya jelaskan secara gamblang, intinya untuk di SDI Baitul Izza PIP melalui jalur aspirasi DPRRI atau melalui “Bolo Suryo” berjalan dengan lancar, tidak ada kendala,terealisasi sesuai dengan program,” tutupnya. Reporter : Agus Bima      

Komentar

News Feed