oleh

Sering Ganti Nopol, Camry Nyono Suharli Disita KPK

Jombang – Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Jombang pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli Wihandoko dan Pelaksan Tugas Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Inna Silestyowati.

Kini giliran mobil pribadi Nyono Suharli yang disita oleh lembaga anti rasuah itu, diduga kuat mobil berplat S 1705 BS sering diganti plat nomor polisinya menjadi S 1 WP. Toyota Camry warna hitam itu dititipkan KPK ke Markas Kepolisian Resort Jombang pada Rabu (13/02/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

“Mobil ini kita sita ya,” kata seorang petugas KPK kepada M, mantan ajudan Bupati Nyono yang mengantarkan mobil itu ke Mapolres Jombang.

Belum diketahui secara pasti, apakah mobil yang saat ini terparkir di Mapolres Jombang tersebut sering digunakan Bupati Nyono untuk melakukan praktik jual beli jabatan atau justru terkait dengan masalah baru lain.

Diperiksa KPK, Pejabat Pemda Jombang ‘Irit’ Bicara

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memanggil dan melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jombang  di Gedung Graha Bhakti Bayangkara Markas Kepolisian Resort Jombang.

Pantauan Akurasinews.com di lokasi, sekitar pukul 15.20, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Jombang,  Tjitrawatie, keluar dari Gedung Graha Bhakti Bayangkara menuju ke Masjid Mapolres.“Ditanya kenal Bu Inna (dr. Inna Silestyowati,red) apa tidak, saya jawab kenal,” katanya singkat.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdul Qudus ketika keluar dari pemeriksaan dan dimintai keterangan awak media terkait dana kapitasi, dia juga melakukan aksi sama yakni irit bicara, “Masih belum selesai, saya mau sholat dulu,” ucapnya sambil berlalu.

Aksi irit bicara juga dilakukan Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, begitu keluar dari ruang pemeriksaan dan dimintai keterangan media “Didalam hanya ditanya terkait waktu menjadi Plt (Kepala Dinkes) waktu itu dan ditanya tentang identitas saja. Saya tidak hafal didalam ada siapa saja,” ucapnya.

Selain memeriksa tiga pejabat, petugas KPK juga memeriksa Oisatin, Bendahara Paguyupan Puskesmas. Didik Riadi, Ketua Paguyupan Puskesmas yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pulorejo, Kecamatan Ngoro, dan dua ajudan Bupati Nyono yakni Munir serta Ma’ruf, Pejabat Bank di Jombang berinisial A, dan Kabag Hukum Pemkab Jombang.

Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH.

Sedangkan Plt Kepala Dinkes, Inna Silestyanti sebagai pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed