oleh

Pawai Pengenalan, 3 Paslon Seolah ‘deal’ Langgar Kesepakatan

Nganjuk- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk menggelar pawai pengenalan pasangan calon bupati- calon wakil bupati Nganjuk dengan mengelilingi ruas jalan protokol di berbagai wilayah Kecamatan Kabupaten Nganjuk Rabu (14/02/2018).

Namun sayang, ketiga paslon seolah telah membuat kesepakatan (deal), ketiganya kompak melakukan pelanggaran, meskipun sebelumnya sudah dilakukan kesepakatan. “Tiga-tiganya melakukan pelanggaran kesepakatan. Paslon nomor urut 1 membagikan kaos, nomor urut dua menggunakan kendaraan terbuka, dan nomor urut tiga menggunakan pengeras suara. Kami masih memberikan toleransi, tapi tadi langsung kita beri peringatan berupa teguran,” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilihan/Pemilu Abdul Syukur Junaidi.

Ketiga Paslon yang sepakat melakukan pelanggaran itu diantaranya, Paslon No satu, Novi Rahman Hidayat-Marhaen Djumadi (Novi-Marhaen) membagikan kaos, Paslon No dua, Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono (Hanung-Bima), menggunakan kendaraan bak terbuka dan paslon nomor tiga Desy Natalia Widya-Ainul Yakin (Desy-Yakin) menggunakan pengeras suara.

Menanggapi temuan Panwaskab Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, Cabup nomor satu mengaku tidak tahu menahu terkait pembagian kaos yang dilakukan timnya “Saya tidak tahu kalau ada bagi-bagi kaos,” katanya seolah bertanya ketika dikonfirmasi media.

Senada dikatakan Siti Nurhayati, Cabup nomor dua. Mantan Bupati Nganjuk yang akrab disapa Bu Hanung itu menampik pelanggaran dari kubunya. Dia mengaku sebenarnya telah melarang kendaraan terbuka untuk ikut dalam pawai. “Sebenarnya sudah kami antisipasi dengan melarangnya. Tapi tadi mungkin beberapa tetap ikut dengan menunggu di jalan,” katanya.

Sementara itu, Desy Natalia Widya, Cabup nomor tiga bergegas meninggalkan lokasi ketika sejumlah awak media melakukan klarifikasi terhadap kedua paslon. Sehingga, belum diketahui secara pasti apakah paslon tersebut mengetahui atau tidak terkait penggunaan pengeras suara yang dilakukan kubunya.

Sebelumnya, Ketua KPU Nganjuk, Agus Rahman Hakim menyampaikan, bahwa dalam kegiatan pawai pengenalan Paslon Bupati-Wakil Bupati Nganjuk tidak diperbolehkan menggunakan alat kampanye, penggunaan kendaraan terbuka, maupun pengeras suara. Selain itu, untuk masing-masing Paslon juga dibatasi maksimal membawa 10 kendaraan roda empat.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed