oleh

Gembong Watanase Serukan Penolakan Terhadap ‘Bank Plecit’

Nganjuk- “Nusantara sakit, ini tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu ‘Bank Plecit’ harus ditolak, dan dihancurkan. Apalagi rentenir harus dihapus dan dimusuhi,” begitu kalimat yang disampaikan Gembong Watanase ketika mengomentari keberadaan ‘Bank Plecit’ atau ‘Bank Suwek’ di sela acara Kongkow Bareng Cak Imin bersama Rekan Tuna Netra dan Difabel, dengan tema ‘Kepung Kota’ di Harmoni Café, Tanjunganom, Jumat (16/02/2018).

Disebut ‘Bank Plecit’ kata Pak Mbong sapaan akrab tokoh masyarakat (tomas) yang memiliki nama asli RM.Bambang Rahowo,SM tersebut, disebabkan ketika si petugas bank datang nasabah bukannya segera menemui untuk menyelesaikan angsuran, namun justru berusaha menghindar atau ‘plecit’. Begitu pula dengan petugasnya, begitu menerima angsuran, secepat kilat pergi atau plecit meninggalkan rumah nasabah karena dikejar setoran ke nasabah lain sesuai target harian yang dibebankan.

“Transaksinya bisa dimana saja, pasar, warung, rumah bahkan di pinggir jalan, inikan luar biasa. Yah mungkin karena ketika masyarakat mengajukan hutang ke bank resmi, syaratnya harus memakai jaminan dan lain-lain, makanya mereka memilih jalan pintas, hanya dengan foto copy KTP sudah dapat pinjaman meskipun bunganya tinggi” papar mantan pelaut lulusan University Netherlands Loyd, Rotterdam, Belanda tersebut.(Netherlands Maritime University)

Dikatakan ‘Bank Suwek’ setelah angsuran atau cicilan dibayar secara harian atau mingguan, petugas langsung menyobek promis sebagai bukti pembayaran sekaligus untuk mengetahui sudah berapa kali nasabah melakukan angsuran.

Mantan pelaut berusia 73 tahun ini menyampaikan, baik rentenir maupun bank plecit memiliki persepsi yang sama- sama miring di masyarakat. Apalagi sering terjadi peristiwa memilukan akibat ulah rentenir maupun bank plecit.

Pemandangan yang sering dilihat di sekitarnya itu membuat hatinya teriris. Untuk itu pemilik Harmoni Café  Tanjunganom, Nganjuk, inipun berpesan kepada sejumlah awak media agar menjaga Nganjuk dengan baik. “Ini tugas kalian yang masih muda- muda,” pesan pria yang sudah menjelajah ke 87 negara di lima benua tersebut.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed