oleh

Panwas Segera Bredel APK Cabup di Angkutan Umum

Nganjuk-Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih/Panwaslu) Kabupaten Nganjuk mengeluarkan surat imbauan kepada tim sukses pasangan calon (Paslon) Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) terkait akan diadakannya penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Surat imbauan itu dikeluarkan setelah panwas menemukan gambar cabup yang terpasang di sejumlah kendaraan angkutan umum, mulai dari becak motor (bentor), angkutan desa (angkudes) dan bus antar wilayah Kabupaten/Kota.

“Kita lakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Pol PP sekaligus melayangkan surat imbauan kepada para timses paslon agar menertibkan, kalau untuk langkah pencopotan kita tunggu hasil koordinasi,” kata Ketua Panwaslu Nganjuk Abdul Sukur Junaidi ditemui akurasinews.com dikantornya Rabu (21/02/2018)

Surat itu guna menindaklanjuti gambar Cabup Nganjuk yang hingga kini masih terpasang di sebagian besar becak yang ada di Nganjuk. Padahal, memasuki masa kampanye seharusnya seluruh Cabup-Cawabup maupun timses harus mentaati peraturan penggunaan alat peraga kampanye.

Dalam surat tersebut, Panwaskab meminta timses untuk segera mencopot semua gambar Paslon yang terpasang di angkutan umum, termasuk di sejumlah becak yang beroperasi di kota angin. Sebab, sesuai peraturan KPU maupun kesepakatan bersama antara Panwaslu dan seluruh Timses Paslon, gambar Cabup-Cawabup yang dipasang di becak setelah adanya penetapan Paslon oleh KPU merupakan pelanggaran.

Selain itu, melalui surat tersebut, Panwaslu Nganjuk juga mengingatkan seluruh Timses untuk segera mencopot gambar yang ada sampai batas waktu 22 Februari 2018. “Jika dalam kurun waktu 1X24 jam tidak ada tindakan, maka kita bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan mengambil tindakan. Karena memang tidak boleh ada branding di angkutan umum,” tegas Ketua Panwaskab Nganjuk, Abdul Sukur Junaidi.

Panwas juga berjanji tidak akan segan-segan memberikan sanksi apabila pelanggaran serupa masih diulang kembali oleh Paslon maupun Timses. Pelanggaran dimaksud adalah tindakan yang tidak sesuai regulasi dan kesepakatan bersama antara KPU, Panwaslu, dan Timses Paslon

Sementara itu, Novi Rahman Hidayat, Cabup Nganjuk bernomor urut 1 yang gambarnya masih banyak terpasang di becak-becak, saat dikonfirmasi para pewarta mengaku telah menyuruh koordinator pemasangan APK di becak maupun kendaraan umum agar segera mencopotnya.

Mas Novi mengaku bahwa tukang becak saat disuruh mencopot justru meminta ganti rugi untuk membeli baclit becaknya. Sedangkan terkait dengan gambar yang masih terpasang di bus antar wilayah Kota/Kabupaten putra pengusaha Perbankan Mukhayat Syah tersebut mengaku tidak tahu “Saya kurang tahu siapa yang memasang. Tapi mungkin yang memasang dari PDIP,” katanya kepada wartawan.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed