oleh

Upaya Politisasi Pengajian Gagal Dilakukan Salah Satu Cabup Nganjuk

Nganjuk- Beragam cara dilakukan calon bupati (cabup) untuk mendulang perolehan suara pada gelaran Pilkada Nganjuk, 27 Juni 2018 mendatang. Mulai memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di berbagai kendaraan umum. Membagi-bagikan beras lengkap dengan amplop berisi uang Rp 50 ribu. Hingga melakukan beragam politisasi.

Jika cabup melakukan beragam manuver politik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih/Panwaslu) juga melakukan upaya sesuai dengan tupoksi masing-masing. KPU gencar menggelar sosialisasi untuk mensukseskan Pilkada. Sedangkan Panwaslu gencar melakukan sosialisasi untuk menangkal manuver politik pasangan calon (paslon) yang tidak sesuai dengan aturan.

Dari serangkaian upaya yang dilakukan KPU maupun Panwaslu intinya adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk. Mungkin penolakan warga Malangsari Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk pada Minggu (25/02/2018) terhadap salah satu cabup merupakan bukti jika masyarakat tingkat desapun sudah melek politik

Pengajian rutin Ahad Legi muslimat NU Kecamatan Tanjunganom menolak kedatangan Cabup Novi Rahman Hidhayat, agenda kedatangan Cabup yang berpasangan dengan Marhaen Djumadi itu diketahui setelah beredar pemberitahuan dari PAC Muslimat NU Kecamatan Tanjunganom, bernomor 100/PAC.MNU/II/2018, yang ditujukan kepada Kapolres Nganjuk.

Adapun isi surat itu adalah memberitahukan kegiatan pengajian yang dihadiri sekitar 1000 jemaah serta mengundang H. Novi Rahman Hidayat untuk memberikan kata sambutan. “Ini kegiatan pengajian, jangan sampai ditunggangi urusan politik atau modus kampanye,” ungkap Sugianto salah seorang warga Desa Malangsari.

Mendapat penolakan warga, pihak panitia pengajian memilih membatalkan kedatangan Cabup Novi yang semula diagendakan memberi sambutan di pengajian yang dilaksanakan di Masjid Al Afiah Desa Malangsari tersebut.

Penolakan itupun langsung direspon oleh pihak panitia dengan melakukan rembug bersama warga dan Forpimcam, “Hasilnya, panitia batal mengundang Cabup Novi,” Kata Aris Mujiono salah seorang tokoh Desa Malangsari kepada awak media.

Aris juga mengatakan, jika panitia Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Tanjunganom, mengaku tidak mengetahui jika pengajian tersebut mengundang Cabup Novi. “Informasi yang saya dapat, yang mengundang Cabup Novi ternyata Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nganjuk,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Malangsari, Agus Harianto mengatakan, Pemerintah Desa bersikap pro aktif terhadap aspirasi warga.“Kalau memang warga kami tidak menginginkan mengundang Cabup Novi di pengajian, kita ikuti kemauan warga kami itu,” katanya.

Cabup Novi Sebut Ada Oknum Yang Mengancam Muslimat

Sementara itu, Cabup Novi Rahman Hidhayat dikonfirmasi akurasinews.com mengatakan tidak ada penolakan dari warga Desa Malangsari. Namun karena ada ancaman dari para oknum, “ Warga Malangsari tidak menolak, justru ada oknum yang mengancam muslimat dan shohibul hajat bahwa jika menerima saya maka akan ada sangsi,” katanya.

 

Selain itu, lanjut Cabup Novi hal itu diakuinya disayangkan oleh warga Desa Malangsari yang lain, “Apalagi keluarga muslimat sangat kecewa dengan atas sikap beberapa oknum tersebut, demi menjaga kebersamaan, maka saya memutuskan untuk menghadiri undangan tempat lain,” paparnya.

Bahkan, Cabup Novi mengklaim jika Nahdhlatul Ulama (NU) berserta Banom (Badan Otonom) dan PKB sudah bersatu untuk memenangkan “Norma” (Novi Marhaen) “Jadi tidak benar jika muslimat menolak, semua itu isu yang sengaja di hembuskan,” ungkapnya.

Reporter : Agus Bima    

Komentar

News Feed