oleh

Innalillahi, Hj Aisyah Hamid Baidhowi binti KH Abdul Wahid Hasyim Tutup Usia 

Jombang – Hj Aisyah Hamid Baidhowi binti KH Abdul Wahid Hasyim tutup usia di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Beliau adalah adik kandung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU periode 1995-2000.

Almarhumah Hj Aisyah Hamid Baidhowi adalah putri kedua Pahlawan Nasional KH A Wahid Hasyim dan memiliki enam keturunan yakni, pertama KH Abdrurrahman Wahid (Gus Dur), ketiga KH Shalahuddin Wahid (Gus Shola), keempat dr Umar Wahid, kelima Lily Chodijah Wahid, dan keeman Hasyim Wahid.

Meninggalnya Hj Aisyah Wahid diketahui melalui pesan group Whatsapp alumni teburireng pada siang hari, setelah para alumni mendapat informasi “Innalillahi wainna ilaihi roji’un Ibu Aisyah Hamid Baidowi meninggal dunia. Semoga beliau husnul khotimah. Alfatihah… Meninggal hari ini pukul 12.50” dari kiriman pesan Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Lukman di Jombang, Kamis (8/3/2018).

Selain itu, Almh Aisyah juga aktif di dunia politik, menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar selama tiga periode, yakni pada 1997-2009. Saat aktif di DPR, Aisyah pernah memimpin Pansus RUU Penanggulangan Bencana di pertengahan tahun 2000-an. Tercatat Aisyah hingga kini masih Ketua Dewan Penasihat PP Muslimat NU di kepengerusan periode 2016-2021 dan juga masih menjadi anggota Dewan Penasihat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Kiprah Almh Nyai Aisyah juga pernah menjabat Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) 1990-1995, Anggota DPR tiga periode (1997-2009), Pengurus Dewan Pimpinan MUI (1995-2000), Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah (2000-2010), dan Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (1999-2013). Dan dalam karyanya yang berjudul “Peran dan Tanggungjawab dalam Pemberdayaan Kaum Perempuan”, dibahas masalah kesenjangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan, yang seharusnya tidak terjadi mengingat ada hadis yang menegaskan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan untuk mencari ilmu.

Sementara itu, KH Muhammad Hasyim Karim selaku Ketua Majelis Keluarga Tebuireng mengatakah, dalam keluarga besar KH Hasyim Asyari, Nyai Aisyah yang usianya juga sangat perhatian kepada keluarganya. “Beberapa bulan yang lalu, beliau masih menyempatkan diri menghadiri undangan pernikahan anak saya di Jombang,” ungkapnya yang akrab disapa Gus Aying.

Gus Aying sempat menjenguk sebelum Nyai Aisyah wafat, menurutnya, meski kondisi beliau sudah tidak dapat diajak berkomunikasi, saat dilihat wajahnya beliau sangat teduh. “Beliau orang baik dan insyaAlloh husnul khotimah,” tuturnya.

Terpisah, hingga saat ini Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, sedang menyiapkan proses pemakaman Aisyah Hamid Baidlowi.  Menurut, Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, H Lukman Hakim, untuk saat ini, dari pesantren sedang menyiapkan rencana pemakaman dan termasuk penggalian makam. “Saat ini masih rapat untuk membahas persiapan pemakaman. Kalau agenda misalnya tahlilan, untuk saat ini belum ada. Keluarga besar dari almarhumah juga baru akan tiba besok Jumat,” ujarnya, kamis (08/03/2018) malam.

Berdasarkan informasi yang didapat akurasinews, Jenazah rencananya akan diterbangkan ke Surabaya, pada pukul 06.15 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten dan sekitar pukul 11.30 tiba di Tebuireng, Jombang. Kemudian selepas sholat jumat akan di sholatkan masjid dan dikebumikan di Madrasatul Qur’an Tebuireng.

“Jenazah baru diberangkatkan besok pagi (Jumat, 09/03/2018) dari Jakarta. Jadi, sampai di Jombang siang hari. Untuk pemakaman akan dilakukan selepas Jumatan (ba’da shalat jumat) pada pukul 14.00 WIB,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed