oleh

Ribuan Santri Tebuireng, Iringi Pemakaman Nyai Aisyah

Jombang – Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng mengiringi proses pemakaman almarhumah Nyai Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim, selepas shalat Jum’at di pemakaman Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang, Jum’at (09/03/2018).

Pantauan dilokasi, prosesi pemakaman diikuti ribuan warga serta santri Tebuireng beserta para kyai sekaligus seluruh keluarga KH Wahid Hasyim dan sejumlah tokoh nasional tampak pula hadir di acara pemakaman mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000 tersebut.

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, lahir di Jombang pada 06 Juni 1940, meninggalkan 5 orang putra putri. Menurut, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadzik, pemakaman almarhumah di Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng, untuk disandingkan dengan suaminya KH Hamid Baidlowi.

“Kyai Hamid Baidlowi itu putranya Kyai Baidlowi jadi keluarganya biasanya disebut Bani Baidlowi, beliau (Kyai Hamid Baidlowi,red) meninggal pada tahun 2009. Jadi almarhumah dimakamkan di MQ Tebuireng karena suaminya dimakamkan disini,” ungkap Gus Fahmi sapaan akrab KH Fahmi Amrullah Hadzik kepada awak media usai prosesi pemakaman di MQ Tebuireng.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Shalahuddin Wahid kakak Nyai Aisyah Hamid menuturkan bahwa, beliau adalah adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000 dan hingga kini Nyai Aisyah masih menjadi Ketua Dewan Penasihat PP Muslimat NU di kepengerusan periode 2016-2021. Bersama muslimat NU beliau berhasil mengarahkan muslimat menjadi organisasi Masyarakat perempuan yang terbaik di Indonesia.

“Para aktivis perempuan yang hadir di pemakaman ini adalah kadernya Bu Nyai Aisyah, dengan bimbingan dan arahan beliau alhamdulillah muslimat itu sekarang menjadi Ormas perempuan terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Menurut Gus Shola, almarhumah memiliki banyak kenangan, baik dengan seluruh putra putrinya maupun keponakan yang sering mengayomi putra putri Gus Shola “Di mata keluarga, alhamdulillah beliau juga mengayomi semua kerabatnya termasuk anak-anak saya dan ponakan itu semua merasa dekat dengan  beliau. Kami juga adik-adiknya menganggap beliau sebagai panutan keluarga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Nyai Aisyah Hamid Baidlowi meninggal dunia pada pukul 12:50 WIB pada hari Kamis 8 Maret 2018. Beliau adalah adik kandung KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang juga putri kedua dari Pahlawan Nasional KH Abdul Wahid Hasjim.

Reporter : Taufiqur Rachaman

Komentar

News Feed