oleh

KPU Larang APK Paslon Terpasang di Kawasan Ini

Nganjuk- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk melarang pemasangan alat peraga kampanye (APK) di sejumlah kawasan selama masa kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Nganjuk 2018. Jika nantinya diketahui ada Paslon yang nekat melanggar dan tetap memasang APK di titik tersebut, akan dibongkar paksa.

“Betul, namanya juga larangan, tentu ada konsekuensinya kalau sampai dilanggar, kalau tim pemenangan paslon tetap mamasang akan ada tindakan, diperingatkan kalau tetap tidak diindahkan dicopot, ini masuk ranahnya Panwaslu,” ungkap ketua KPU Nganjuk Agus Rahman Hakim SH kepada akurasinews.com, Rabu (14/03/2018)

Kawasan larangan atau kawasan steril dari APK paslon itu diantaranya adalah tempat ibadah, pelayanan kesehatan, gedung fasilitas pemerintah, lembaga pendidikan, sarana prasarana publik, dan pepohonan. “Untuk pohon jelas, sudah ada Undang-undang yang mengatur, mengenai lembaga pendidikan mencakup keseluruhan, Sekolah, Ponpes dan lain sebagainya. Kalaupun memasang jarak pemasangannya batasnya minimal lima puluh meter dihitung dari gerbang masuk lembaga pendidikan. Begitu pula dengan sarana publik atau fasilitas umum (fasum), APK dipasang di pagar terminal misalnya, itu tidak boleh,” papar Komisioner dua periode tersebut.

Selain itu, Agus Rahman juga menghimbau tim sukses serta paslon bupati dan wakil bupati Nganjuk agar tidak melakukan kampanye terselubung di tempat ibadah atau sekolah. “Kawasan ini memang sering dijadikan sasaran kampanye, jadi kami harapkan timses atau paslon tidak melakukan pelanggaran selama masa kampanye ini, sehingga tidak sampai di ‘semprit’ oleh panwaslu,” pungkasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed