oleh

HM Suryo Alam Serahkan Bantuan 8000 Buku ke 13 PKBM Bumi Anjuk Ladang

Nganjuk- Dunia pendidikan Kabupaten Nganjuk kembali mendapat perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) HM. Suryo Alam, A,k.MBA. Setelah menyalurkan puluhan ribu Program Indonesia Pintar (PIP) mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut kembali melakukan tindakan nyata di dunia pendidikan Kabupaten yang mendapat julukan Anjuk Ladang tersebut. Baca : (https://www.akurasinews.com/2018/02/01/puluhan-ribu-peserta-didik-anjuk-ladang-terima-pip-bolo-suryo/)

Anggota Komisi X DPR RI ini menyerahkan 8000 ribu buku kepada 13 pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di 20 kecamatan di seluruh Kabupaten. Penyerahan secara simbolis kepada masing-masing pimpinan PKBM maupun TBM digelar di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jumat (16/03/2018).

“Upaya ini (hibah buku,red) sebagai upaya untuk menarik minat baca maupun menulis masyarakat pada umumnya, utamanya anak-anak. Mengingat prosentase minat baca dan menulis dalam skala nasional masih rendah. Itu bisa diketahui dari data yang diumumkan oleh lembaga dunia PBB bidang pendidikan (Unesco) bahwa dari enam puluh satu negara, Indonesia menduduki peringkat keenam puluh,” ujarnya usai memberikan hibah buku kepada 13 PKBM/TBM di Kantor Dinas Arpus Pemkab Nganjuk.

Mengenai jenis buku, menurut pria berkacamata yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa II, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya tersebut beragam, “Banyak jenisnya. Ada ilmu pengetahuan umum, hukum, politik, sosial dan budaya bahkan buku dongeng juga ada,” paparnya.

Dengan hibah buku tersebut, lanjut M Suryo Alam, diharapkan minat baca maupun menulis masyarakat Kabupaten Nganjuk menjadi meningkat, “Jika dibandingkan dengan Negara lain, Indonesia sesuai data dari Unesco, satu buku dibaca lima belas ribu orang.Padahal idealnya satu orang itu membaca tujuh buku. Masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Negara lain,” ungkapnya.

Program ini kata M Suryo Alam merupakan program pemerintah pusat, dimana leading sektor dari hibah buku adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), “Langkah ini akan kami galakkan diseluruh wilayah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Kedepan semoga Negara kita tidak lagi mendapat predikat minus dari PBB mengenai minat baca dan tulis,” harapnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed