oleh

Jejak Keberadaan Kerajaan Kediri Mulai Terkuak

Kediri- Menindak lanjuti laporan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan peninjauan lokasi penemuan batu bata kuno yang diduga struktur bangunan candi dan diperkirakan Pusat Kerajaan Kediri di Desa Semanding Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

PENELITIAN : Petugas melakukan penelitian temuan batu bata kuno untuk menguak sejarah Kerajaan Kediri (Rianto)

Dari hasil peninjauan, dipastikan batu bata kuno dan batu andesit penyusun candi yang berserakan di tanah galian milik Jaenudin, warga desa setempat merupakan benda cagar budaya terluas dan saling terkait dengan temuan beberapa Arca di Candi Gempur Adan-adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Selain itu, jarak temuan dengan lokasi hanya sekitar 200 meter dari lokasi temuan Struktur bangunan di Dusun Wonorejo.Oleh sebab itu, tim peninjau yang dipimpin Hariri, akan melaporkan temuan dan hasil tinjauan tersebut untuk selanjutnya diteliti oleh bagian khusus untuk penyelamatan.

Hariri dari BPCB Jatim yang berkantor di Trowulan didampingi oleh Eko Priatno, selaku petugas teknis Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kabupaten Kediri menyatakan, pihaknya mengaku sangat terkejut melihat luasnya struktur bangunan dari batu bata kuno yang ada di Dusun Wonorejo Desa Semanding Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

TERUS MENGGALI : Petugas terus melakukan penggalian puluhan batu bata kuno yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Kediri (Rianto)

Bahkan tim menjelaskan juga kali ini selama melakukan tinjauan mengetahui  3 buah batu bentuk oktagon dan batu persegi panjang berukir. Batu-batu tersebut saat ini dipindahkan ke area Candi Gempur Adan-adan. ” Baru kali ini ada bebatuan candi peninggalan bersejarah berbentuk Oktaghon. Kami akan secepatnya membuat laporan agar temuan ini segara ditindak lanjuti oleh tim khusus bagian penyelamatan,” ujar Hariri.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Batu bata yang ditemukan di lokasi mempunyai ukuran panjang 40 centimeter, lebar 20 centimeter, dan ketebalan 10 centimeter. Sedang batu andesit berbentuk oktagon kecil berukuran tinggi 53 centimeter lebar atas 35 centimeter, lebar bawah 44 centimeter dengan diameter 21 centimeter.

Sedang batu oktagon ukuran besar memiliki tinggi 57 centimeter, lebar atas 33 centimeter, lebar bawah 35 centimeter, dengan diameter lubang 11 centimeter. Sementara batu berbentuk balok panjang 80 centimeter, lebar 42 centimeter, dengan ketebalan 21 centimeter, dan terdapat ukiran khas kediri.

DETEKSI : Menggunakan alat, petugas BPCB terus melakukan penelitian batu bata kuno di wilayah Kabupaten Kediri (Rianto)

Tim BPCB dan juga dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri sempat menemui pemilik lahan untuk diajak musyawarah agar lokasi yang kebetulan ada struktur bangunan cagar budaya tersebut untuk tidak ditanami atau diberi jarak tertentu. Sementara itu Jaenudin mengatakan bila memang itu sudah aturan pemerintah, maka dirinya akan mengikuti aturan saja.

Reporter: Rianto

Komentar

News Feed