oleh

Warga Kesamben Tolak Rencana Pengeboran PT Lapindo

Jombang – Rencana pengeboran yang akan dilakukan oleh PT Lapindo di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mendapatkan penolakan warga setempat beberapa hari terakhir. Ratusan warga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk sebagai bentuk penolakan dan telah dipasang di  depan rumah salah satu rumah warga.

MENOLAK : Warga Membentangkan Spanduk Berisi Penolakan Rencana Pengeboran PT Lapindo di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang (Saha)

Pantauan dilokasi, spanduk berisi penolakan yang di bubuhi tanda tangan ratusan warga tersebut dikabarkan di lakukan sudah pada hari Senin (02/04/2018). Warga menolak rencana pengeboran karena mereka trauma dengan kejadian pengeboran oleh PT Lapindo di Sidoarjo yang mengakibatkan munculnya semburan lumpur.

“Warga menolak, kami tidak ingin Lapindo mengebor di desa kami. Karena takutnya seperti Lapindo di Sidoarjo, itu saja,” ungkap Doni (30), warga setempat saat ditemui awak media, Rabu (04/04/2018).

Warga setempat mengaku mengetahui informasi dari pihak desa tentang nama pihak yang akan melakukan pengeboran di desa mereka adalah PT Lapindo. Menurut Doni yang mendengar hal tersebut sekitar dua bulan terakhir. “Tapi pihak Lapindo belum datang ke kita,” jelasnya.

Doni menyatakan, sekitar 400 warga menolak rencana pengeboran. Dan penolakan itu sifatnya mutlak tanpa syarat apapun. “Nggak ingin apa-apa, ingin menolak saja pak, kami ingin tidak ada pengeboran di desa kami,” imbuhnya.

TOLAK : Warga Membentangkan Spanduk Penolakan Rencana Pengeboran PT Lapindo di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang (Saha)

Khoirul (38) warga lain menambahkan bahwa, trauma peristiwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo menjadi alasan warga menolak rencana pengeboran itu. Ia pun juga mengeluhkan, jarak antara pemukiman warga dengan rencana titik pengeboran kurang dari 500 meter. “Pembebasan tanahnya kan sudah dilakukan, kalau jarak titiknya dengan rumah warga sekitar 200 meter,” tandasnya.

Sementara itu, Abdul Jalil selaku Kepala Dusun (Kasun) setempat membenarkan adanya aksi penolakan warganya terhadap rencana pengeboran itu. Informasi soal PT Lapindo telah melakukan komunikasi kepada pihak desa setempat pun dibenarkannya. Namun ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait aksi penolakan warganya tersebut. Namun hingga berita ini dirilis pihak PT Lapindo belum berhasil dikonfirmasi.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed