oleh

Gandeng DLH, Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah

Nganjuk – Beragam kegiatan non fisik terus dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), jika sebelumnya Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono menjadi guru ngaji anak-anak Dusun Gurit Desa Lengkonglor yang dikemas dalam acara pesantren kilat, menanam ribuan batang benih tanaman kelor, menyebar belasan ribu benih ikan nila dan tombro, kali ini kegiatan non fisik lain kembali digelar oleh pasukan pengamanan keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI) tersebut.

Menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Nganjuk, menggelar pelatihan pengolahan sampah kepada masyarakat lereng Pegunungan Kendeng di Kantor Balai Desa/Kecamatan Ngluyu, “Akan terus kita gelar kegiatan positif yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono, Rabu (18/04/2018) kepada akurasinews.com

PENGARAHAN : Petugas Kantor Lingkungan Hidup memberikan pengarahan kepada 35 peserta pengolahaan sampah di Kantor Balai Desa Ngluyu (Satgas TMMD For akurasinews.com)

Pelatihan yang diikuti oleh 35 perwakilan warga dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Ngluyu tersebut dihadiri sejumlah pejabat, diantaranya Rakidjan, S.Sos Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan. Ngluyu. Wisnu Anang Prabowo, SP Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Nganjuk. Sumadi, ST, M.KL Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Nganjuk. Lely Subagyo, S.Pd Kades Ngluyu dan Serma Joko Santoso Bati Ter Kodim 0810/Nganjuk.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada haturkan kepada Bapak-bapak Satgas TMMD dan dari Dinas Lh Nganjuk serta Pak Rakijan dari Kecamatan, dengan pelatihan ini sampah yang selama ini menjadi masalah berbalik memberikan manfaat, ilmu ini sangat bermanfaat sekali bagi kami,” ungkap Kepala Desa Ngluyu Lely Subagyo.

CARA OPERASIONAL MESIN : Petugas DLH Pemkab Nganjuk menjelaskan kepada para peserta, bagaimana cara mengolah sampah menjadi pupuk organik di halaman kantor Balai Desa Ngluyu (Satgas TMMD For akurasinews.com)

Dalam kesempatan yang sama, Sumadi ST, M.KL Kasi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Nganjuk mengatakan, sampah yang selama ini menjadi masalah jika diolah justru akan menambah penghasilan, “Istilahnya menjadi anugerah, karena apa degan diolah menjadi pupuk, dapat dijual dan menjadi tambahan penghasilan warga, maupun untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia,” jelasnya.

Seperti diketahui, lanjut Sumadi penggunaan pupuk kimia akan terus mengurangi unsur hara yang ada didalam tanah, sehingga jika hal it uterus dilakukan tanah akan menjadi tandus, pupuk organik atau pupuk olahan masyarakat tersebut berfungsi menstabilkan kondisi tanah, “ Yang lebih penting, setelah diolah volume sampah akan menjadi lebih padat, dapat berkurang hingga enam puluh delapan persen,” terangnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed