oleh

Satpam Bulog Mojongapit Dibunuh Kakak Ipar

Jombang –  Slamet (30) Satpam gudang bulog mojongapit ditemukan tewas bersimpah darah dengan luka sabetan benda tajam di leher dan perut. Dugaan tindak pidana pembunuhan itu terjadi di perempatan Trafic Light di Jalan Yos Sudarso Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Selasa (17/04/2018) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun akurasinews.com menyebutkan, pria berinisial EY (33), warga Kelurahan Purwotengah, Kranggan, Kota Mojokerto yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan adalah kakak ipar korban

“Adiknya (istri korban) terbaring sakit dan pada waktu hamil keguguran tiga kali dan ditinggalkan oleh korban, ditambah sekarang lagi proses cerai. Mungkin, pelaku yang juga kakak iparnya tidak terima,” kata Agus melalui pesan whatsapp kepada awak media, Selasa (17/04/2018) malam.

Eko (28) warga sekitar lokasi pembunuhan mengungkapkan, pada pukul 20.15 WIB, korban pulang kerja dari bulog dijemput pelaku berjalan dari arah barat, sampai perempatan Tunggorono, tiba-tiba disabet pisau (belati) oleh pelaku, begitu jatuh langsung digorok hingga tewas bersimpah darah.

“Berboncengan dari arah barat, setahu saya sudah digorok pakai pisau. Korban bukan orang sini dia pendatang, kalau istrinya tinggal didaerah sini,” ungkapnya saat ditemui sejumlah wartawan dilokasi kejadian.

Takut diamuk massa, lanjut Eko, usai membunuh korban, pelaku langsung kabur kerumah warga setempat. Kemudian, pelaku diantar ke rumah RT dan menghubungi Kepolisian Polres Jombang.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Jombang, Ajun Komisaris Besar Polisi Fadli Widiyanto, SIK, SH, membenarkan atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kurang lebih satu jam yang lalu, terjadi tindak pidana pembunuhan, dan jenazah korban sudah dibawa mobil ambulans ke RSUD untuk dilakukan otopsi.

“Untuk pelaku sudah ditangkap dan berada di Mako (Polres Jombang), sedang kami lakukan pemeriksaan intensif, terkait dengan motif hingga identitas pelaku serta penyebab kejadian tersebut, nanti akan kami update lebih lanjut,” tuturnya.

Saat disinggung berapa luka sabetan pisau yang mengenai tubuh korban selain leher korban dan ada berapa pelaku yang menewaskan korban. Kapolres AKBP Fadli Widiyanto menjelaskan bahwa, pelaku sementara satu orang dan untuk luka ditubuh korban selain ada di leher juga ada sayatan dari benda tajam dibagian perut.

“Nanti kita lihat hasil otopsi nya, tapi sekilas tadi ada luka dileher, sayatan dibagian perut, setelah di otopsi nanti baru tahu lukanya ada dimana saja. Barang bukti berupa belati sudah diamankan oleh petugas. Hingga kini kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, kemungkinan dia kenal dengan korban ini,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed