oleh

Pembunuh Adik Ipar : Saya Lega dan Siap Menjalani Hukuman

Jombang – Erwin Yulianto (33) warga Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto pelaku pembunuhan yang menghebohkan warga perempatan Jalan Yos Sudarso Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, mengaku lega dan siap menjalani hukuman setelah membunuh Slamet Santoso (37) adik iparnya, asal Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

“Ada perasaan menyesal dan lega, coba kalau dia (korban,red) nurut pasti selamat. Tapi dia tidak nurut jadinya ya gak selamat, saat ini saya lega dan siap menjalani hukuman,” ungkap Erwin saat pers rilis di Mapolres Jombang, Kamis (19/04/2018) pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto mengatakan pembunuhan tersebut direncanakan oleh pelaku, hal itu terbukti pelaku membawa sebilah belati. Awalnya, pelaku naik bus dari Mojokerto menuju tempat kerja korban di gudang Bulog Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

BARANG BUKTI : Kapolres Jombang, AKBP Fadly Widiyanto menunjukkan barang bukti saat pers rilis pembunuhan berencana di Mapolres Jombang (Saha)

Kemudian, mereka janjian bertemu di alfamart Dusun Dayu, Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang untuk menuju rumah kontrakan istri korban yang tak lain adik kandung pelaku.“Sebelum berangkat ke Jombang pelaku ini sudah mengasah belatinya. Sesudah ketemu korban diajak ke rumah adik tersangka (istri korban). Ini untuk menanyakan kejelasan status pernikahan dan juga uang sejumlah tujuh puluh juta. Pada saat sudah mendekati rumah, korban akan berbalik arah dengan berkata ‘ora sido mas’ sehingga tersangka langsung mengambil pisau yang kemudian menyayat leher, kemudian menghujani 17 tusukan dibadan korban,” jelas Kapolres AKBP Fadli.

Menurut Kapolres Jombang, pelaku merasa jengkel atas perbuatan korban yang selama ini adik kandungnya dinikahi selama 6 tahun dan keguguran sebanyak 6 kali. “Motifnya dendam tekait dua hal, yakni adiknya sering dianiaya selama 6 tahun pernikahannya dan bahkan juga sudah 5 atau 6 kali keguguran kerena ketika hamil didorong oleh korban hingga jatuh,” tegasnya.

MENGAKU LEGA : Tersangka pembunuh adik ipar mengaku lega dan siap menjalani hukuman (Saha)

Dari barang bukti yang diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang yaitu, sebilah pisau berukuran 30 cm berlumuran darah, satu potong jaket switer beserta satu potong celana panjang berwarna hitam milik pelaku, serta satu potong kaos beserta celana panjang milik korban, sepasang sandal yang terdapat darah korban dan satu unit sepada motor honda revo nopol S 6291 JI warna biru.“Dari hasil autopsi korban, ada 18 luka, 17 luka tusukan dan 1 luka sayatan di leher. Inilah yang menurut dokter mengakibatkan korban meninggal dunia,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed