oleh

Palsu STNK, Pengusaha Rental Mobil Dibekuk

Jombang – Puji Trisno (49) warga Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Jombang. Pengusaha rental mobil tersebut diduga kuat memalsukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tiga unit mobil yang direntalkannya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang, Ajun Komisaris Polisi Gatot Setya Budi mengungkapkan, pemalsuan itu, selain untuk mengelabui polisi juga mengelabui pihak finance. Untuk mencetak STNK aspal (asloi tapi palasu) itu, pelaku bekerjasama dengan perempuan berinisial ML serta BL yang kini masih DPO.

“Tersangka mengeluarkan biaya produksi sebesar dua juta untuk setiap STNK yang dipesannya kepada dua orang yang kini masih DPO,” ungkapnya kepada sejumlah awak media saat pers rilis di Mapolres Jombang, Jum’at (20/04/2018) sore.

Sekilas jika dilihat, kata AKP Gatot, STNK tersebut Nampak seperti asli, karena memang menggunakan  kertas asli dari kepolisian dan diberi lilin sebagai sarana pendukung pengganti huruf atau angka yang dirubahnya seperti mirip asli. “Bahannya menggunakan STNK asli tapi tulisannya ditutup dengan lapisan lilin kemudian diketik ulang dengan data kendaraan lain,” jelasnya.

Terungkapnya kasus pemalsuan tersebut, berawal dari adanya laporan masyarat, pada Senin (02/04/2018) terkait dugaan rental mobil di di Dusun Sekaru, Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, menggunakan STNK palsu.

“Dari laporan tersebut kita tindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan. Kemudian ketika kita melakukan pengecekan ke Samsat ternyata nopol tersebut merupakan nopol dari kendaraan lain,” tegasnya.

Selain menangkap pelaku, Satreskrim Polres Jombang juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit mobil diantaranya Suzuki Ertiga, Dhaihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Atas perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 263 ayat 2 KUHP. “Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, disinggung terkait bahan STNK yang asli dari kepolisian, AKP Gatot mengatakan masih akan terus melakukan penyelidikan, “Nanti setelah kita amankan pelaku pembuatnya, baru kita kembangkan lagi. Supaya tahu darimana dia dapat bahan tersebut serta bagaimana caranya membuat itu,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed