oleh

Satgas Ikut Ritual, Sedekah Bumi Punden Panjalu

Nganjuk – Tradisi sedekah bumi bagi warga Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, hingga saat terus diuri-uri, ritual sebagai bentuk rasa syukur warga digelar setiap tahun di Punden Panjalu Lereng Pegunungan Kendeng.

Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, untuk ritual sedekah bumi tahun ini diikuti oleh puluhan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Setiap tahun, seluruh warga tumpah ruah mengikuti ritual sakral yang digelar untuk menghormati salah satu tokoh yang dijadikan punden desa setempat.

Warga berbondong-bondong menuju tiga lokasi untuk melakukan tahlilan (selamatan), ketiga lokasi itu diantaranya Sendang, Barat, Sendang Timur, dan rumah kepala desa, “Kemarin siang dilaksanakan mas (Kamis, 26/04/2018). Tiap tahun kita gelar setelah musim panen padi dan jagung. Ini sebagai tanda syukur kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan rejeki, kesehatan, kesuksesan, serta kesehatan. Aktualisasinya lewat tempat yang disakralkan oleh warga sini (Desa Lengkonglor,Red),” ungkapnya Jumat (27/04/2018) kepada akurasinews.com

Terpisah, Juru Kunci Makam Eyang Sinari Gunung Panjalu, Jaito, (65) menyampaikan, puncak ritual sedekah bumi dilakukan di Makam Eyang Sinari di puncak Gunung Panjalu. Lantaran, Eyang Sinari menurut kepercayaan warga setempat sebagai tokoh yang sangat dihormati, yakni orang yang ikut babat Desa Lengkonglor bersama dua istrinya yang sama-sama dimakamkan satu lokasi.

“Acara sedekah bumi seperti ini sudah dilakukan warga Lengkonglor turun-temurun, lokasinya ya itu-itu saja,” kata Jaito usai memandu ritual sedekah bumi di Sendang Tirto.

Memang, pagi itu tampak ratusan warga berbondong-bondong sambil membawa uba rampe dan tumpeng menuju tiga lokasi secara bergantian. Lokasi pertama yang dituju adalah di Sendang Tirto sisi Barat, kemudian berpindah ke Sendang Tirto sisi Timur, terakhir di rumah kepala desa setempat. Sehingga, warga harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menyiapkan tiga tumpeng sekaligus.

“Karena lokasi yang dilakukan sedekah bumi tiga tempat, warga masing-masing juga membawa tiga tumpeng. Termasuk besuknya, warga juga membawa lagi tumpeng yang diarak menuju Makam Eyang Sinari,” tegasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed