oleh

Cagub Khofifah Menangis di Harlah Muslimat NU Ke-72

Jombang – Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa di Hari ulang tahun (Harlah) Muslimat NU ke-72, meneteskan air mata ketika bertemu ribuan massa kader Muslimat NU di Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang sudah lanjut usia (Lansia)

Ekspresi raut wajah Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) terpancar sedih ketika mengajak kader Muslimat yang berumur sama dengan Harlah Muslimat ke-72 tahun, saat para kader yang sudah lansia itu bersalaman dengan mencium tangan Khofifah di atas panggung, dan tidak hanya itu saja, Khofifah juga mengusap air mata sedih saat duduk di lantai panggung dengan menyapa para kader muslimatnya.

Menurut Khofifah, perayaan Harlah ini mengingatkan pada saat pertama kali mendapat mandat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia, bersamaan salaman tadi langsung terbayang gambaran nasip para lansia yang tidak mampu dan anak-anak kecil yang terlantar.

“Ketika saya dipanggil sebagai Menteri Sosial, bayangan saya itu ya lansia-lansia kurang mampu berjejer, anak-anak terlantar berjejer. Kalau melihat para lansia, mereka begitu bersahaja dan begitu sederhana, rasanya kita pasti ingat nenek-nenek kita, semoga selalu disehatkan,” jelas Khofifah kepada sejumlah awak media, usai acara Harlah Muslimat NU ke-72 di Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang belum lama ini.

Khofifah merasa tidak enak (sungkan) saat para kader lansianya bersalaman dengan mencium tangannya. “Ketika mereka bersalaman, saya itu ndak enak kalau tangan saya itu dicium. Tapi ya mungkin karena saya Ketua Umum gitu ya,” ungkapnya.

Khofifah mengungkapkan, ada lima layanan non keagamaan dibawah naungan Muslimat NU di seluruh Indonesia. “Muslimat ini kan punya layanan-layanan hampir lengkap, jadi selain sebagai Ormas, ada lima yayasan untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Pertama Yayasan Pendidikan Muslimat, itu sekarang kita punya sekitar 9.900 an TK dan RA. PAUD nya 6. 800 itu yang ada dikelola Ranting, Ancab, Cabang, maupun Pengurus Wilayah (PW) Muslimat. Pengurus Pusat (PP) hanya ‘Piloting’ beberapa titik,” ujarnya.

Selain itu, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) sekitar 15.600. Kemudian ada lagi Balai Latihan Ketrampilan (BLK). “Ada 11 BLK Muslimat. Balai Latihan Ketrampilan, ini dalam koordinasi Yayasan Pendidikan Muslimat. Nanti juga ada lagi Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU. Itu mengkomandani 74 rumah sakit, kemudian ada 143 panti asuhan. Jadi panti asuhan dan rumah sakit yang di dalamnya juga ada klinik Hemodialisis (cuci darah) itu dalam koordinasi Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU,” terangnya.

Khofifah juga menambakan, ada 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di dalam Koordinasi Yayasan Haji Muslimat NU. Kemudian, yang paling besar adalah Yayasan HIDMAT (Himpunan Da’iyah dan Majelis Ta’lim Muslimat NU) diperkirakan sekitar 56 ribu lebih majelis ta’lim dalam payung Muslimat NU.

Muslimat NU juga memiliki Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) yang menjadi salah satu induk koperasi wanita di Indonesia “Lima layanan inilah yang memberikan tugas kepada Muslimat di semua lini, untuk mendekatkan proses-proses layanan kepada masyarakat, tidak hanya layanan keagamaan. Nah, di ulang tahun yang ke-72, revitalisasinya, seluruh raker yang sudah di lakukan adalah refleksi kritis dan strategis yang di lakukan Muslimat untuk memberikan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed