oleh

Jelang Ramadhan, Peziarah Makam Gus Dur Mencapai Puluhan Ribu

Jombang –  Menjelang bulan suci Ramadhan, Makam Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur di Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, tidak pernah sepi dari peziarah.

Ditemui akurasinews.com, di Kantor Kawasan Parkiran Makam Gur Dur, Kepala UPTD Pengelola Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur, Purwanto, menyebutkan setiap hari peziarah mencapai puluhan ribu, “Luar biasa, sampai sepuluh ribu peziarah yang datang. Seperti biasanya pintu gerbang makam dibuka jam 8 pagi dan ditutup jam 4 sore, kemudian gerbang dibuka lagi jam 8 malam sampai jam 3 pagi ditutup dan selanjutnya buka pada jam 8 pagi lagi. Ditutupnya gerbang makam karena ada kegiatan para santri mengaji di area Makam Gus Dur,” tutur Purwanto saat ditemui akurasinews di Kantor Kawasan Parkiran Wisata Religi Makam Gur Dur, Rabu  (02/05/2018).

TAHLIL : Ribuan Peziarah menggelar doa bersama (tahlil) di area Makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (Saha)

Selain itu, para peziarah juga berziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim kakek dan ayahanda Gus Dur, yang juga berada didalam satu komplek di Ponpes tertua yang berdiri sejak tahun 1899. “Dari bulan januari sampai akhir Maret lebih dari 3.500 perhari, kalau hari libur  tertinggi di dua bulan ini antara bulan April dan Mei. Seperti saat ini mau menjelang puasa ramadhan, jadi dua bulan kemarin dan sekarang memang ramai-ramainya peziarah dari dalam maupun luar kota yang datang kesini,” ungkapnya.

Sehingga diharapkan, kepada sopir bus atau rombongan peziarah tidak parkir di sepanjang jalan raya depan Ponpes Tebuireng, Jombang. Agar tidak mengalami kemacetan, karena pemerintah sudah mempersiapkan area parkir khusus untuk para peziarah di Kawasan Wisata Religi Makam Mantan Presiden RI ke-4, KH Abdurraman Wahid.

SELFI : . Peziarah, mengabadikan momen dengan foto selfi di Depan Monumen At Tauhid dan Museum MINHA di Kawasan Parkiran Makam Gus Dur (Saha)

“Kapasitas tempat parkir ini yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah bisa memuat 80 kendaraan yang bisa masuk dan kalau ditata lagi bisa sampai maksimal 100 bus, begitu juga roda empat termasuk juga kereta kelinci bisa tertampung 150 dan untuk sepeda motor sekitar 175 juga masih bisa masuk diarea parkiran,” tegasnya.

Selain mengunjungi makam Gus Dur, rombongan para peziarah juga dimanjakan untuk mengabadikan momennya denga berfoto di depan Monumen At Tauhid berbentuk kubus yang dihiasi oleh 99 ayat Asmaul Husna dan diatasnya bertuliskan lafat dalam tulisan arab Allah SWT. Kemudian juga ada bangunan menyerupai piramida yang berbentuk limas segi empat yang nanti akan dipakai sebagai Museum Islam Nusantara Hasyim Asyari (MINHA) pertama di Indonesia.

MEMADATI : Peziarah dari dalam dan luar kota Jombang memadati komplek are pemakaman Gus Dur di lingkungan Ponpes Tebuireng Jombang (Saha)

“Dengan adanya monumen yang ada di Parkiran Makam Gus Dur seperti Monument At Tauhid dan Museum MINHA peziarah selain berziarah juga bisa berfoto diarea situ (monumen dan museum). Untuk museum sekarang sudah jadi bangunannya, untuk peresmiaannya belum mas, kemungkinan bersamaan dengan 3 lapangan futsal yang saat ini dibangun di sisi timur museum MINHA,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed