oleh

BRI Salurkan Dana PIP Jalur Aspirasi DPR RI

Nganjuk- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bagor menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 561 peserta didik SMPN I Bagor jalur aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). “Betul, di sekolah ini (SMPN I Bagor,red) ada lima ratus enam puluh satu pelajar yang mendapat PIP jalur aspirasi DPR RI,” ujar Suhardi kepala Sekolah SMPN 1 Bagor Nganjuk kepada akurasinews.com Jumat (04/05/2018)

PIP : M Suryo Alam anggota DPR RI menjelaskan PIP dapat disalurkan melalui 3 jalur, yakni jalur Aspirasi DPR RI, Program Keluarga Harapan (PKH) Dinsos, dan Disdik Pemerintah Daerah (Bima)

Jalur aspirasi tersebut, lanjut Suhardi diakomodir oleh relawan Bolo Suryo dan dibawa langsung ke Jakarta oleh anggota Komisi X DPR RI H.M Suryo Alam Ak, MBA, “Ini program tahun lalu (2017,red), sudah dua kali ini para peserta didik mendapat kucuran dana PIP jalur aspirasi DPR RI, di sekolah ini yang membawa Pak Suryo Alam,” papar Suhardi.

Seperti diketahui, sejak tahun lalu relawan “Bolo Suiryo” melakukan upaya untuk mengakomodir program PIP yang di Kabupaten Nganjuk banyak menemui permasalahan, dulu banyak wali murid di Kabupaten Nganjuk pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) mengeluh belum pernah menerima dana meskipun sudah memberikan semua persyaratan, bahkan tidak sedikit yang sampai tamat sekolah dana yang semustinya diterima.

Hal itu mendapat perhatian serius anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) HM Suryo Alam Ak,MBA. Bersama relawan “Bolo Suryo” politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut melakukan pendataan ulang. Hasilnya, puluhan ribu peserta didik kabupaten dengan julukan Anjuk Ladang tersebut menerima program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta didik.

TUNAI : Petugas Bank BRI Unit Bagor menyalurkan PIP peserta didik SMPN I Bagor, ada 561 peserta didik di sekolah tersebut yang mendapat kucuran dana PIP jalur aspirasi DPR RI M Suryo Alam (Bima)

“Untuk hari ini, BRI langsung datang menyerahkan dana PIP kepada para siswa danj wali murid, jadi mereka sebelumnya sudah didata, diberitahu akan mendapat dana, langkah BRI ini efektif, apalagi di SMPN satu Bagor ini jumlahnya cukup banyak, kalau harus antri di BRI pasti lama, makanya ini BRI datang dengan membawa buku tabungan sekalian, harapannya agar uang yang diterima setiap siswa sebesar Rp 750 ribu itu tidak langsung dihabiskan,” ujar M Suryo Alam.

Mengenai PIP yang telah dihimpun oleh relawan “Bolo Suryo”, lanjut Ketua Departemen Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa II, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya ini tidak hanya untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja, namun mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menangah Kejuruan (SMK).

“Semua kita bantu, mulai SD, SMP hingga SMA bahkan SMK, semua kita bantu agar program ini dapat tersalur sebagaimana mustinya, jangan sampai peserta didik sudah menerima KIP (Kartu Indonesia Pintar), tapi tak kunjung terealisasi, ini akan saya kawal terus program ini,” papar HM Suryo Alam.

Adapun jumlah peserta didik yang mendapat PIP melalui relawan “Bolo Suryo” berjumlah 4111 peserta didik untuk tingkat SMP, terbagi di 28 sekolah. 7118 peserta didik untuk tingkat SD tersebar di 167 sekolah, 3241 peserta didik untuk tingkat SMA tersebar di 21 sekolah dan 3566 peserta didik untuk tingkat SMK tersebar di 46 sekolah.

TERIMA KASIH BAPAK : Para wali murid penerima dana PIP jalur aspirasi DPR RI mengucapkan terima kasih kepada M Suryo Alam, berkat usulan anggota Komisi X tersebut, 561 peserta didik mendapat dana PIP diberikan secara tunai oleh Bank BRI Unit Bagor (Bima)

“Program ini (PIP,red) jelas peruntukannya, untuk menunjang peserta didik agar dalam menempuh bangku pendidikan tidak sampai mengalami masalah terutama tentang biaya, meskipun sekolah itu gratis. Untuk total PIP jalur aspirasi DPRRI mencapai tujuh belas ribu lebih peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan,” jelas HM Suryo Alam.

PIP, kata HM Suryo Alam lagi, menjadi program andalan dari berbagai macam program Pemerintah Pusat di dunia pendidikan, untuk menopang keberhasilan peserta didik, “Keberhasilan itu membutuhkan biaya, tanpa dukungan program semacam ini, progres pendidikan tidak akan maksimal,” terangnya.

Selain itu, lanjut HM Suryo Alam, sekolah juga perlu mendapat perhatian mengenai sarana dan prasarana, mulai dari lokal kelas, peralatan guru sampai dengan kualitas maupun kuantitas pendidik, “Saya sering mendapat keluhan sekaligus masukan dari para pendidik bahkan melihat secara langsung, kondisi lokal kelas yang kurang layak, masih banyaknya guru bantu dan lain-lain, permasalahan dunia pendidikan ini harus segera dipecahkan,” tutupnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed