oleh

Peringati Hardiknas, Ribuan Pelajar Kota Santri Menari Remo Massal 

Jombang – Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ribuan pelajar Sekolah Dasar (SD) menampilkan tari remo massal di Alun-alun Kabupaten Jombang. Aksi ribuan pelajar itu sebagai salah satu upaya untuk nguri-nguri budaya jawi, sebagaimana diketahui tari remo adalah tarian tradisional asal  Jawa Timur dan merupakan warisan leluhur yang harus dilestarian.

Pejabat Sementara Bupati Jombang, Setiajit menyampaikan bahwa, bersamaan dengan tema pendidikan dan kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Jombang ingin ingin merevitalisasi pendidikan dan merevitalisasi kebudayaan kebudayaan.

BUDAYA : . Pjs Bupati Jombang, Setiajit diwawancarai awak media tentang tari remo yang merupakan budaya bangsa di puncak peringatan Hardiknas (Saha)

“Kami ingin akulturasi budaya desa, kemudian diangkat menjadi kebudayaan dan kesenian di Kota dan Kabupaten, yang nantinya bakal jadi Regional bahkan Nasional maupun Internasional, ini keinginan kami,” ungkap Pjs Bupati Jombang, Setiajit kepada akurasinews.com, Jumat (04/05/2018)

Pantauan akurasinews.com, ribuan penari begitu semangat menampilkan kebolehannya, ribuan masyarakat menyaksikan aksi para penari cilik tersebut, para pejabat Forkopimda juga begitu menikmati tarian pelajar SD itu, “Ada 1.073 anak yang kita libatkan dalam tarian remo kali ini, dan sebenarnya kemarin yang mendaftar cukup banyak sekitar dua ribuan, tapi karena kapasitas alun-alun tidak mencukupi, kita lakukan seleksi” imbuhnya.

REMO : Lemah gemulai tarian remo dibawakan ribuan pelajar SD di Alun-alun Jombang pada puncak peringatan Hardiknas (Saha)

Setiajit yakin, budaya yang telah dirintis dan dikembangkan oleh founding father atau nenek moyang harus dilestarikan.“Pada hari ini, ayo kita lestarikan bersama dan meminta tolong untuk semua bisa membantu kami bahwa Jombang ini ternyata tidak Jombang yang zaman dahulu gitu yah, tatapi saat ini Jombang sudah menjadi Jombang milenial, oleh karenanya, akulturasi budaya itulah yang nanti bisa membawa Jombang menjadi Jombang yang bisa,” tuturnya.

PENGHORMATAN : Pjs Bupati Jombang, Setiajit mendapat penghormatan lukisan dari seniman Komunitas Pelukis Jombang (Kopi) (Saha)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Budi Nugroho mengungkapkan, dipilihnya  tari remo massal, karena tema Hardiknas Nasional itu menguatkan pendidikan dan kemajuan kebudayaan, sehingga kebudayaan lokal harus ditonjolkan“Dari tarian massal ini juga bisa menjadi penguatan pendidikan karakter, dari situ ada tiga dimensi yakni, dimensi olah hati, olah pikir, dan olahraga, dan kita merasa kebudayaan lokal ini harus ditonjolkan,” jelasnya.

Disesi terakhir tarian remo, penari memberikan bunga kepada Pjs Bupati Jombang. Selain itu Pjs Bupati juga mendapat sebuah lukisan dari Pemuda Pelukis Jombang. “Saya sangat bangga sekali karena animo sangat luar biasa, paling tidak, saat ini sudah menjadi budaya yang dilestarikan,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed