oleh

M Suryo Alam : Literasi Rendah, Akan Memunculkan Beragam Persoalan

Nganjuk- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama Komisi X DPR RI, Pemerintah Provinsi danPemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Safari Gerak Nasional Pembudayaan Gemar Membaca di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Senin (07/05/2018)

Masih rendahnya literasi di Indonesia menjadi alasan utama digelarnya acara tersebut, menurut anggota Komisi X DPR RI, M Suryo Alam A,k.MBA, rendahnya literasi di kalangan masyarakat memunculkan berbagai macam persoalan, “Kriminalitas, narkoba, kompetensi kemampuan pribadi seseorang, hingga masalah kesenjangan kemiskinan adalah dampak dari masih rendahnya literasi di kalangan masyarakat kita. Namun dengan gemar membaca, masyarakat bisa bertambah pengetahuannya, pembahasan atau diskusi-diskusi dengan tetangga bisa berkualitas dan berkontribusi dalam meminimalisir persoalan-persoalan yang merugikan itu,” ungkap Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

APRESIASI : H.M Suryo Alam, anggota Komisi X DPR RI berfoto bersama para penari kuda lumping di Pendopo Kabupaten Nganjuk (Bima)

Hal itu, lanjut M Suryo Alam dari penelitian yang telah dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dari 61 negara sebagai sampling dari seluruh dunia, Indonesia menempati urutan ke 61 untuk masalah baca, “Jadi literasi di Negara kita ini masih sangat rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini semua element masyarakat harus terlibat, bukan hanya Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemda dengan dinas Kearsipan dan Perpustakaanya, tapi semua element bangsa,” paparnya.

Jika tidak segera dilakukan, lanjut M Suryo Alam, Indonesia bakal mengalami masalah serius di berbagai bidang, karena literasi itu mencakup kesuluruhan bidang, “Literasi atau minat baca maupun menulis itukan mencakup keseluruhan bidang, kalau masalah literasi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan memunculkan masalah-masalah lain,” terangnya.

SALAM LITERASI : Anggota Komisi X DPR RI H.M Suryo Alam (tengah baju batik) bersama Plt Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM dan para pejabat serta menunjukkan ibu jari dan jari telunjuk sebagai salam literasi di Pendopo Kabupaten Nganjuk (Bima)

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama, Drs H Supriyanto M.Si dari Perpustakaan Nasional RI mengatakan kegiatan safari ini merupakan upaya pemerintah pusat bekerjasama dengan Komisi X DPR RI serta pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali minat baca di Indonesia, “Kita ketahui, minat baca di Indonesia ini masih sangat rendah, dengan kegiatan ini kita harapkan akan menumbuh kembangkan kembali minat baca di kalangan masdyarakat kita, disini, kita bisa saling sharing tentang bagaimana cara-cara yang ampuh untuk menaikkan minat baca di masyarakat,” ungkapnya.

Dibuka langsung oleh Pj Bupati Nganjuk, Drs. Sudjono, MM. dan dihadiri oleh seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim, jajaran Pemerintahan Kabupaten Nganjuk. serta Plt Bupati Nganjuk periode Oktober 2017 hingga April 2018 (purna tugas), K.H. Abdul Wachid Badrus, M.Pdi. acara berlangsung meriah. “Mudah-mudahan antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi juga kabupaten bisa benar-benar berhasil meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai macam inovasi,” ujar Plt Bupati Nganjuk.

SEMANGAT : Para Pejabat dan seluruh tamu undangan digoyang hak’e hak’e oleh pembawa acara saat akan dimulai sesi workshop di pendopo Kabupaten Nganjuk (Bima)

Berdasarkan survey, kata Plt Bupati, dari sekitar 262 juta masyarakat Indonesia, hanya 8% yang datang ke perpustakaan untuk membaca. “Mudah-mudahan dengan acara ini, bisa membangkitkan minat baca, bisa lebih banyak lagi yang datang ke perpustakaan, bisa kita perbaiki gedungmnya, menambah koleksi buku-bukunya, Nganjuk pasti Bisa,” tandasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed