oleh

Kutuk Keras Aksi Teroris, Ribuan Warga Jombang Gelar Doa Bersama

Jombang – Ribuan masyarakat Jombang melakukan doa bersama di Bundaran Ringin Contong, Kota Jombang, dengan menyalakan lilin, berbagai element masyarakat tumpah ruah memanjatkan doa untuk para korban bom Surabaya, mereka mengutuk keras aksi terorisme yang mengguncang Kota Pahlawan. Selasa (15/05/2018).

Patuan akurasinews.com, doa bersama itu diikuti oleh berbagai element masyarakat, mulai dari ormas hingga Jajaran Pemerintah serta Kepolisian Jombang dan TNI yang tergabung dalam “Solidaritas Kemanusiaan Elemen Masyarakat Jombang”. Kemudian satu persatu perwakilan tokoh ormas berorasi dihadapan ribuan masyarakat di titik nol kilometer di Bundaran Ringin Contong Jombang.

Hendra (32) perwakilan Ojek Online yang berada di Jombang saat menghadiri aksi tersebut mengatakan, dia sengaja mengajak teman-temannya untuk tidak mengambil penumpang pada malam itu, karena merasa prihatin sekali atas pengeboman di Surabaya pada beberapa hari kemarin.

DOA : Ribuan warga Jombang dari berbagai elemen menyalakan lilin dalam aksi Doa bersama melawan teroris di Bundaran Ringin Contong, Jombang (SAHA)

“Kami sangat prihatin dengan bom di Surabaya itu. Setelah terjadi aksi teroris disana, kita harus berhati-hati juga apabila mengambil penumpang,” ujarnya saat ditemui akurasinews.com di Bundaran Ringin Contong, Jombang.

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto dalam sambutannya mengatakan, sangat bangga dengan masyarakat Jombang. Sasaran yang paling utama mereka (teroris,red) adalah markas-markas Polri, karena menurut mereka Kepolisian yang selalu menghambat aksinya di Indonesia.

“Oleh karena itu mari kita semua rapatkan barisan untuk bersama-sama melawan dan tidak takut dengan teroris. Mari kita lawan bersama, karena mereka bisa memasukkan doktrin-doktrin tentang kaum muslim yang sudah didolimi dan dibantai,” tegas AKBP Fadli Widiyanto.

Mulai saat ini, kata Kapolres, harus memperhatikan tetangga, teman, dan saudara kita di Jombang ini, usai aksi ini, mereka bisa menjadi siapa saja dan bisa berkedok dibalik agama. “Masalah teroris ini, kita semua sudah sepakat bahwa ini bukanlah Agama Islam. Mereka adalah para pembunuh yang berkedok dibalik agama,” terangnya.

Sedangkan, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Joko Triono dalam sambutannya menyampaikan kepada Kapolres dan Bupati untuk terus mengaktifkan tiga pilar yang ada di Jombang. “Mulai dari Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, harus selalu kompak bersama-sama masyarakat untuk mencari tetanga atau saudara kita atau saudara-saudara kita yang saat ini tidak jelas asal usulnya dan kita harus selalu mengawasi, bila bertemu langsung laporkkan,” jelasnya.

Terkait Perpu Teroris, Joko Triono mengatakan, jika Presiden masih menunggu untuk dikembalikan kepada Undang-undang teroris dulu dan segera untuk di Dok (Sah) oleh DPR RI, kalau dibatasi sampai juni tidak disahkan. Pemerintah akan bikin perpu. “Insya Allah teman-teman dewan (DPR RI,red) segera menuntaskkan UU Teroris baru, sehingga mungkin tidak memakai perpu,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed