oleh

Tangkal Hoax, Polres Nganjuk Gelar Silaturahim dengan Para Ulama Kamtibmas

Nganjuk– Fenomena hoax yang belakangan menjadi trend dunia maya disikapi Kepolisian Resort Nganjuk dengan menggelar deklarasi anti hoax sekaligus menjalin silaturahim dengan ratusan ulama kamtibmas yang tersebar di 20 wilayah Kepolisian Sektor yang ada di Kabupaten Nganjuk. Selasa (22/05/2018)

Kepala Kepolisian Resort Nganjuk, Ajun Komisaris Besar Polisi Dewa Nyoman Nanta Wiranta SIK. MH., mengatakan, tujuan kegiatan ini agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berita hoax atau bohong yang belakangan sering berkembang. “Kami mengajak masyarakat untuk percaya pada hal-hal yang sudah teruji kebenarannya. Jangan percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya

Kabar atau berita hoax yang berkembang secara membabi buta berdampak negatif terhadap masyarakat. Apalagi bagi korban hoax, tentunya akan terganggu psikisnya dan dipandang miring oleh lingkungan sekitar.

“Akibat dari hoax sangat menyakitkan sekali. Seperti misalnya kemarin lusa itu, satu keluarga dianggap sebagai terduga teroris, pasti akan terganggu psikisnya serta dipandang miring oleh lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Terkait peranan ulama, Dewa Nyoman menyebut sangat berperan besar. Sehingga, pihak kepolisian tidak boleh mengesampingkan peran dari ulama yang ada di wilayahnya.

“Kita tidak boleh mengesampingkan peran ulama, karena perannya dalam hal kamtibmas sangat besar. Dimana nantinya para ulama akan menyampaikan kepada warga, anak-anak muridnya, kepada kita, bahwa marilah kita mengikuti hal-hal yang kebenarannya sudah teruji,” papar Kapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa juga menghimbau kepada masyarakat untuk menyikapi berita hoax yang bersifat meresahkan secara bijak. “Agar hal-hal yang sifatnya mengganggu itu kami telusuri kebenarannya. Apabila memang benar kami akan sampaikan kepada rekan-rekan sekalian,” himbaunya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta juga membagikan kaos bertuliskan ” Anti Hoax, Radikalisme dan Money Politik”.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed