oleh

Razia Mamin, Temukan Mie dan Roti Tak Layak Konsumsi

Jombang – Jajaran Kepolisian Sektor Diwek bersama pemerintah Kecamatan Diwek menggelar razia makanan dan minuman (mamin) ke Pasar Tradisional di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Hasilnya, petugas gabungan menemukan makanan yang tidak mencantumkan masa kedaluarsa dan diduga tidak memiliki ijin sertifikat produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sehingga tidak layak konsumsi.

Petugas mendapati mamin seperti mie dan roti produksi rumahan yang dikemas dengan plastik dalam keadaan rusak serta tidak tertera keterangan mengenai ijin (P-IRT) yang semustinya tercantum dalam kemasan.

Kepala Kepolisian Sektor Diwek, Ajun Komisaris Polisi Bambang Setyo Budi mengatakan bahwa, pihaknya terpaksa melakukan penyitaan, karena tidak ada keterangan ijin maupun masa kedaluarsanya.
“Kita temukan makanan ringan yang kita duga tidak ada ijinnya, tidak ada tanggal produksinya, takutnya makanan ini membahayakan dan langsung kita sita,” ujarnya Rabu (23/05/2018)

Jika merujuk pada Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan, dalam rangka pengawasan keamanan, mutu dan gizi pangan, setiap pangan olahan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang dimasukkan ke wilayah Indonesia untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran, sebelum diedarkan wajib memiliki surat persetujuan pendaftaran.

Dalam hal ijin tersebut, sesuai amanat PP 28 Tahun 2004 Pasal 43 menerangkan bahwa Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) diterbitkan oleh bupati/wali kota.

AKP Bambang juga menyampaikan, akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai temuan tersebut. Hal ini untuk menghindari produk makanan tak berijin kembali beredar. “Temuan hari ini akan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Jadi kalau beredar lagi sudah harus memenuhi standar yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Diwek, Sutomo mengimbau, kalangan pedagang agar tidak menjual dagangan yang tidak baik kepada masyarakat. “Ini kita amankan, tidak boleh dijual, tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat. Karena ini sangat rawan sekali soal kesehatan,” terangnya

Terpisah, Sulis (40), salah satu pemilik toko mengaku tidak mengetahui jika barang dagangannya itu tidak berijin. Barang itu diperoleh dari seorang sales “Tidak tahu mas, kalau tidak berijin. Nantinya kalau ada yang datang saya lihat dulu barangnya terlebih dahulu saat dikirim,” katanya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed