oleh

Sosialisasi APBN ke Kalangan Pesantren, Wamenkeu RI Berikan Kuliah Umum di Tebuireng

Jombang – Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia (Wamenkeu RI), Profesor Mardiasmo memberikan kuliah umum kepada santri dan mahasiswa di lantai 3 Gedung Aula KH Yusuf Hasyim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di acara tersebut, Mardiasmo memaparkan pemahaman tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menyosialisasikan APBN ke kalangan pesantren.

“Tadi saya sampaikan, sumber pendapatan itu apa saja, mulai dari pajak, bea cukai, dan yang lain, dan juga bagaimana alokasi dananya yang cukup besar. Yang jelas APBN itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Makanya, semua wajib tahu, termasuk kalangan pesantren,” ungkap Wamenkeu RI, Mardiasmo kepada akurasinews di Tebuireng, Jombang, Senin (28/05/2018).

PROFIL : Biodata Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Profesor Mardiasmo ditunjukkan kepada seluruh peserta sebelum acara dimulai (SAHA)

Penggunaan APBN, kata Wamenkeu semisal dana APBN yang dialokasikan untuk beasiswa. Wamenkeu Madiasmo menjelaskan panjang lebar tentang APBN dalam forum tersebut, Mulai dari pendapatan negara hingga pengeluaran untuk sektor pendidikan, infrastruktur hingga sektor kesehatan. “Kan juga untuk kemaslahatan umat istilahnya, oleh karena itu, umat ini harus disadarkan, diberitahu, bahwa uangnya tidak sedikit, jumlahnya cukup banyak,” jelasnya.

Pada kuliah umum kali ini, mahasiswa juga memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis kepadanya. Wamenkeu merespon cukup bagus atas pertanyaan tersebut. “Alhamdulillah, respon hadirin cukup bagus. Pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa dan santri cukup kritis. Dengan begitu, masyarakat mengetahui seluk beluk APBN,” tegasnya.

KULIAH UMUM : Profesor Mardiasmo memberikan kuliah umum kepada santri dan mahasiswa Ponpes Tebuireng (SAHA)

Mardiasmo menegaskan, pemahaman tentang APBN tidak harus di berikan secara formal seperti kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. “Ini kan kita ingin juga ke pondok pesantren, karena pondok pesantren ini kan juga yang menghasilkan alumni-alumninya di seluruh Indonesia juga. Dan mereka juga mestinya menikmati hasil pembangunan. Maka dia juga ingin, APBN selain menghasilkan, dan nanti kalau dia juga mampu, mereka membayar pajak juga,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed