oleh

Tangkal Faham Radikalisme dan Intoleran Melalui Pesantren Kilat  

Nganjuk –  Berbagai cara dilakukan pemerintah maupun aparat penegak hukum, serta berbagai element masyarakat untuk mencegah faham radikalisme dan sikap intoleran. Di bulan suci Ramadhan kali ini memanfaatkan pesatren kilat atau biasa disebut pondok Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) menggandeng Kepolisian Resort Nganjuk Kodim 0810 Nganjuk serta Kejaksaan Negeri Nganjuk melakukan koordinasi untuk mengikis faham faham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 tersebut.

“Betul, koordinasi itu sudah kita lakukan sejak awal, langkah ini kita ambil agar faham radikalisme dan intoleran yang menjadi musuh kita semua bisa dicegah, kebetulan ini moment ramdhan, seluruh sekolah yang mengadakan pondok ramdhan kita harapkan menekankan agar guru dan ustad yang diundang pihak sekolah menekankan akan bahayanya faham tersebut, sehingga para peserta faham tentang bahaya faham itu,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Nganjuk Agus Irianto S.Pd kepada akurasinews.com Jumat (01/06/2018)

Selain itu, lanjut Agus Irianto, Forpimda Nganjuk juga sepakat melakukan pembinaan secara khusus terhadap ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang telah terlanjur mengikuti Paham dan Organisasi yang dilarang di Indonesia seperti HTI, “Pak Plt Bupati, Pak Dandim, Pak Kapolres dan Pak Kajari telah melakukan koordinasi untuk membahas hal ini, dan semua sepakat akan bekerjasama melakukan pembinaan secara khusus,” papar Agus Irianto.

Meski tidak menyebut secara rinci jumlah ASN yang diduga sebelumnnya telah tergabung dalam organisasi HTI, Agus Irianto optimis dengan upaya Forpimda melakukan pengawasan dan pembinaan akan dapat menangkis faham-faham itu, “Tetap berusaha, faham itu (Radikalisme dan Intoleran) adalah musuh kita bersama, bukan hanya Forpimda, kami berharap seluruh element masyarakat melakukan hal yang sama, melakukan pengawasan sekaligus pembinaan,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkab Nganjuk sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi untuk menangkal faham radikalisme dan intoleran yang dipimpin Plt Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM. dengan diikuti Forkopimda, diantaranya Kapolres Nganjuk, Dandim 0810, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Nganjuk, Panitera Pengadilan Negeri Nganjuk, Kesbangpolinmas Kabupaten Nganjuk, Kasat Pol PP Kabupaten Nganjuk, Kapolsek Nganjuk, Perwakilan dari Polsek Warujayeng, Polsek Kertosono, Kemenag Kabupaten Nganjuk sekaligus mewakili MUI, PD Muhammadiyah , PC NU, LDII serta forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB)

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed