oleh

Ramadhan, Tabung LPG Melon Langka di Pasaran

Nganjuk – Keberadaan tabung gas elpigi 3 kilogram alias tabung melon kian langka di pasaran. Bahkan, sejak awal bulan Ramadhan kemarin stok di sejumlah kios dan pangkalan LPG di Kabupaten Nganjuk seolah menghilang. Padahal stok LPG dari SPBE aman dan bahkan ditambah oleh Pertamina menjelang lebaran tahun ini.

Kelangkaan itu dirasakan oleh Iza, Ibu Rumah Tangga asal Jalan Semeru Tanjungrejo Loceret, menurut ibu dua anak tersebut kelangkaan itu terjadi memasuki bulan Ramadhan lalu. Untuk mendapat tabung melon sejak awal Ramadhan dia harus lebih dulu pesan, karena kalau tidak tidak kebagian, “Memasuki Ramadhan, tetap ada tapi tidak seperti sebelumnya, harus pesan dulu. Karena kalau tidak nyarinya jauh, di toko langganan stoknya dibatasi,” kata kepada akurasinews.com Rabu (06/06/2018)

Pantauan pewarta Nganjuk, di sejumlah kios dan pangkalan. Seperti di toko LPG kawasan Ploso menuju Nganjuk kota. Puluhan tabung kosong di pajang di depan toko. Bahkan, di salah satu pangkalan LPG siaga Idul Fitri di Jalan Diponegoro Kelurahan Payaman Menuju Kota, tidak terdapat satupun tabung LPG. Padahal biasanya puluhan tabung melon tertata rapi di depan toko.

Karena langka, pemilik pangkalan LPG Siaga Idul Fitri, Margono, menyiasati menjual tabung LPG seminggu sekali. Pada hari Rabu ia menjual LPG sebanyak 80 tabung. Hal itu dilakukan untuk menjaga stok tetap tersedia dan membatasi penjualan, “Ini saya lakukan untuk menjaga stok tetap ada dan membatasi penjualan. Karena saya juga dibatasi pembeliannya oleh agen-agen LPG,” ujarnya.

Terpisah, Zakaria pimpinan PT Laju di Desa Sombron Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, sebagai perusahaan dibawah PT Pertamina sebagai stasiun pengisian BULK elpigi atau SPBE menjelaskan, stok tabung LPG Pertamina masih normal. Dalam sehari dipasok oleh Pertamina sebanyak satu ton. Dan ada penambahan pasokan pada hari libur 100 persen. Penambahan itu untuk mengantisipasi kelangkaan tabung LPG pada lebaran. Namun dia tidak tahu bila ada permainan di tingkat agen besar.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed